Bapak Para Fakir dan Miskin Imam Abdul Aziz bin Baz rahimahullah
Salah satu kisah paling indah tentang ketawaduan Sheikh Bin Baz dan kecintaannya kepada orang-orang miskin serta para pekerja.
Dr. Nasir bin Musfir Al-Zahrani meriwayatkan bahwa beberapa orang datang menemui Yang Mulia Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah. Mereka mengusulkan agar beliau menyediakan ruangan/majelis khusus terpisah bagi orang-orang miskin, pekerja, dan pegawai untuk makan, serta menyediakan majelis lain yang dikhususkan bagi beliau dan para tamu agung/pejabat tinggi.
Alasan di balik usulan tersebut adalah karena sebagian tamu agung dan pengunjung mungkin merasa canggung atau keberatan untuk duduk bersama para pekerja, orang miskin, dan masyarakat umum.
Ketika mendengar usulan tersebut, raut wajah Sheikh berubah, lalu beliau bersabda:
"Kasihan, kasihan sekali orang yang berpendapat demikian. Dia belum pernah merasakan kenikmatan duduk bersama orang-orang miskin dan makan bersama mereka."
Kemudian beliau menegaskan bahwa beliau akan terus duduk bersama mereka dan tidak memiliki keistimewaan atau perlakuan khusus. Barang siapa yang ridha untuk duduk bersama beliau beserta orang-orang fakir dan miskin, maka selamat datang; dan barang siapa yang tidak ridha, maka tidak ada paksaan baginya.
Demikianlah sosok Sheikh Bin Baz rahimahullah; kedudukan ilmiahnya yang tinggi maupun martabatnya di tengah masyarakat tidak menghalanginya untuk duduk bersama orang-orang miskin dan pekerja, berbagi makanan dengan mereka, serta memuliakan mereka di majelisnya.
Semoga Allah merahmati Ibn Baz, seorang ulama yang tidak melihat kemiskinan sebagai alasan untuk merendahkan manusia, dan tidak pula melihat kekayaan sebagai alasan untuk mengutamakannya dari yang lain.
Kita memohon kepada Allah agar mengangkat derajat beliau di antara orang-orang yang mendapat petunjuk, dan membalas jasanya terhadap Islam dan kaum muslimin dengan balasan yang terbaik.
Sumber-sumber:
- Hamud bin Abdullah Al-Mathar, Mawaqif Mudhi'ah fi Hayat Al-Imam Abdul Aziz Ibn Baz, Dar Al-Wathan, Cetakan Pertama, 1420 H, hlm. 48–49.
- Nasir bin Musfir Al-Zahrani, Imam Al-'Ashr, hlm. 93.
- Abdul Rahman bin Yusuf, Al-Injaz fi Tarjamah Al-Imam Abdul Aziz bin Baz, hlm. 256, sebagaimana tercantum dalam kutipan yang dipublikasikan dari buku tersebut.
Abu Mujahid