Jumat, 06 Maret 2026

SYI’AH DAN PARA SAHABAT

SYI’AH DAN PARA SAHABAT

Sebelumnya, Imam Abu Ja’far ath-Thahawi rahimahullah berkata dalam kitab beliau ‘Aqidah Thahawiyah (hlm. 59, cet. Madarul Wathan):

ونحب أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم، ولا نفرط في حب أحد منهم، ولا نتبرأ من أحد منهم، ونبغض من يبغضهم، وبغير الخير يذكرهم، ولا نذكرهم إلا بخير، وحبهم دين وإيمان وإحسان، وبغضهم كفر ونفاق وطغيان

“Dan kita mencintai para Sahabat Rasulallah shallallahu ‘alaihi wasallam, namun kita tidak berlebihan di dalam mencintai seseorang dari mereka, dan sebaliknya kita pun tidak berlepas diri dari seorang pun dari mereka. Kita membenci siapa saja yang membenci mereka, dan (siapa saja) yang menyebut mereka dengan sebutan yang buruk. Kita tidak membicarakan mereka kecuali dengan kebaikan. Mencintai mereka merupakan agama, iman, dan ihsan. Sedangkan membenci mereka merupakan kekufuran, kemunafikan, dan sikap melampaui batas.”

SEBAGIAN KECIL DARI SEKIAN BANYAK KOMENTAR BURUK TOKOH SYI’AH TERHADAP PARA SAHABAT

— Seorang tokoh Syi’ah bernama Muhammad at-Tursirkani berkata di dalam kitabnya La-alil Akhbar (4/92):

اعلم  أن أشرف الأمكنة والأوقات والحالات وأنسبها لللعن  عليهم -عليهم اللعنة- إذا كنت في المبال فقل عند كل واحد من التخلية والاستبراء والتطهير مرارًا بفراغ من البول: (…..)

“Ketahuilah bahwa tempat, waktu, dan keadaan yang paling mulia dan paling tepat untuk melaknat mereka adalah apabila engkau berada di tempat kencing, maka ucapkanlah berkali-kali untuk setiap mereka sambil (engkau) cebok setelah kencing: [lalu dia menyebut kalimat-kalimat laknat dengan menyebut nama masing-masing Sahabat, yang saya pribadi sangat berat untuk menulisnya]

— Tokoh Syi’ah lainnya bernama Husain al-Bahrani berkata di dalam kitabnya Mahasinul I’tiqad fi Ushul ad-Din (hlm. 157):

فبهذا نعتقد ونقطع  بأن معاوية وطلحة والزبير والمرأة وأهل النهروان وغيرهم ممن حاربوا عليًّا والحسن والحسين -عليهم السلام- كفار

“Maka dengan ini kita meyakini dan mematikan bahwa Mu’awiyah, Thalhah, Zubair, dan si wanita itu (Aisyah), orang-orang yang di hari Nahrawan, dan selain mereka dari kalangan orang-orang yang berperang melawan Ali, Hasan dan Husain, (mereka itu) kafir.”

— Tokoh Syi’ah lainnya bernama Muhammad Baqir al-Majlisi berkata di dalam kitabnya Mir-atul ‘Uqul (26/488) saat menafsirkan firman Allah dalam surah Fushshilat ayat 29 yang berbunyi:

{ وقال الذين كفروا ربنا أرِنا اللذَيْن أضلانا من الجن والإنس نجعلهما تحت أقدامنا ليكونا من الأسفلين}

“Dan berkata orang-orang kafir; “Wahai Rabb kami, perlihatkan kepada kami dua golongan yang telah menyesatkan kami dari kalangan jin dan manusia, agar kami bisa meletakkan keduanya di bawah telapak kaki kami agar keduanya menjadi yang paling hina.”

Tokoh Syi’ah ini berkata:

هما أي: أبو بكر وعمر

“Dua golongan itu adalah Abu Bakar dan Umar.”

— Tokoh Syi’ah lainnya bernama Husain ash-Shawwaf berkata di dalam kitabnya ‘Aqd ad-Durar (hlm. 26):

فهذه نبذة في غرايب الأخبار، وعجايب الآثار، تخبر عن وفاة العتل الزنيم الأفاك الأثيم؛ عمر بن الخطاب  -عليه اللعنةوالعذاب ليوم الحشر والحساب-

“Ini adalah penggalan dari riwayat-riwayat dan atsar-atsar yang memberitakan tentang kematian si kasar lagi terkenal jahat, serta pendusta lagi pendosa; Umar bin Khaththab, [lalu dia mendoakan laknat bagi Umar radhiallahu ‘anhu].”

— Tokoh Syi’ah lainnya bernama Ali bin Yunus al-Fayyadhi dalam kitabnya yang berjudul ash-Shuratul Mustaqim ila Mustahiqqi at-Taqdim (3/161) menyebut Aisyah dengan sebutan:

أم الشرور

“Ibu dari semua keburukan.”

— Tokoh Syi’ah lainnya bernama Muhammad al-‘Ayyasyi berkata di dalam kitabnya yang berjudul Tafsirul ‘Ayyasyi (1/342) saat menafsirkan firman Allah dalam surah Ali Imran ayat 144 yang berbunyi:

{أفإن مات أو قتل انقلبتم على أعقابكم}

“Apakah jika (Muhammad) mati atau terbunuh lantas kalian akan mundur ke belakang (alias murtad).”

Tokoh Syi’ah ini berkata:

فسم قبل الموت، إنهما سقتاه، فقلنا: إنهما وأبوهما شر من خلق الله

“Beliau diracun sebelum meninggal. Mereka berdua (Aisyah dan Hafshah) yang menuangkan racun itu. Oleh karena itu kita katakan: sesungguhnya mereka berdua dan ayah mereka (Abu Bakar dan Umar) adalah seburuk-buruk makhluk yang pernah Allah ciptakan.”

Dan masih banyak lagi komentar buruk tokoh-tokoh Syi’ah terhadap para Sahabat radhiallahu ‘anhum yang merupakan panutan utama kaum Muslimin setelah Nabi mereka Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Ustadz zainul arifin