Jumat, 06 Maret 2026

*Menyelisihi Yahudi & Syi'ah*

*Menyelisihi Yahudi & Syi'ah*
_Sebuah Cahaya Aqidah Dari Ibadah Puasa_

Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi

Salah satu cahaya pelajaran Aqidah yang sangat penting dari ibadah puasa adalah menyelisihi orang-orang kafir. 
Ini merupakan salah satu prinsip beragama dan tujuan pokok syariat Islam yang mulia. 

Hal ini ditegaskan oleh Nabi dalam banyak hadits, diantaranya sabda Nabi:

فصل ما بين صيامنا وصيام أهل الكتاب أكلة السحر

Pembeda antara puasa kita dengan puasa ahli kitab (yahudi nashara) adalah sahur. (HR. Muslim: 1096) 

Nabi juga bersabda:

لا يزال الدين ظاهرا ما عجل الناس الفطر لأن اليهود والنصارى يؤخرون

Senantiasa agama ini jaya selama mereka bersegera dalam buka puasa karena Yahudi dan Nashara mengakhirkan buka puasa. (HR. Abu Dawud 2/305 dan Ibnu Hibban 224 dengan sanad hasan) 

Dalam dua hadits ini, kita dianjurkan oleh Nabi untuk segera dalam berbuka puasa dan mengakhirkan sahur. Salah satu hikmahnya adalah untuk menyelisihi jejak Yahudi dan Nashara. 

Menarik, ternyata yang mengikuti jejak ahli kitab dalam hal ini adalah kaum Syi'ah. Ibnu Daqiq Al 'Id berkata: "Hadits ini bantahan kepada kaum Syi'ah yang mengakhirkan berbuka puasa hingga nampak bintang di langit". (Ihkam Ahkam hlm. 410) 

Ini hanyalah salah satu contoh kemiripan Syi'ah dengan Yahudi, masih banyak lagi kemiripan-kemiripan lainnya dalam masalah-masalah prinsip agama dan aqidah sebagaimana dijelaskan secara detail oleh Syeikh Abdullah Al Jamili dalam Badzlul Majhudi fi Itsbati Musyabahati Rafidhah lil Yahudi, dalam dua jilid besar. 

Syi'ah dan Yahudi adalah dua saudara persusuan, keduanya adalah penjahat besar yang membantai kaum muslimin Ahli Sunnah sepanjang sejarah, termasuk di Suriah, Iraq, Lebanon, Yaman dan lain sebagainya. 

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: 
"Rafidhah merupakan sumber segala kekacauan dan petaka. Kebanyakan pedang yang dihunuskan kepada kaum muslimin adalah bersumber dari mereka. Orang yang membuat agama Rafidhah adalah Ibnu Saba' yang merupakan seorang zindiq, memusuhi Islam dan kaum muslimin". (Minhaj Sunnah 4/362)

Jadi pada dasarnya, Yahudi dan Syiah adalah besti yang membantai kaum muslimin ahli sunnah sebagaimana fakta sejarah. 

Jika mereka kini saling bermusuhan dan saling berperang, itu adalah cara Allah untuk menghancurkan kedzaliman mereka, sebagai balasan akibat dosa-dosa mereka. 

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
"Apabila manusia tolong menolong dalam dosa dan permusuhan maka mereka akan saling membenci antara satu dengan yang lainnya". (Majmu' Fatawa 15/128)

Ahli Sunnah sangat lantang mengingatkan umat dari makar Yahudi dan Syi'ah Rafidhah. 

Sungguh suatu kedustaan dan kedzaliman tatkala Ahli Sunnah memperingatkan akan bahaya Syi'ah Rafidhah, lantas mereka dianggap sebagai antek Zionis atau berpihak kepada Amrik dan si rewel. Sungguh besar kedustaan yang keluar dari mulut mereka. 

Kita hanya mengingatkan kaum muslimin agar tidak tertipu dengan tipu daya kaum Syi'ah yang jago bertaqiyyah untuk menutupi kesesatan dan kebiadaban mereka, apalagi saat ini banyak yang menggunakan situasi politik global untuk menarik simpati kepada Syiah, bahkan begitu banyak tokoh agama yang menyanjung serta memuji tokoh Syi'ah Al Khumaini sebagai Syahid dan tokoh pemersatu!!! Banyak yang mengira bahwa Syiah membela Palestina. Wow, bangun dari tidur kalian. 

Dalam waktu yang sama, sering kali mereka malah menyerang dan mencemooh Ahli Sunnah wal Jamaah. Mereka bisa toleransi kepada Syiah, namun  tidak dengan Sunni. Ironis memang. 

Kita berdoa kepada Allah agar menghancurkan musuh-musuh Islam dan melindungi kaum muslimin dari kejahatan Yahudi dan Syi'ah di manapun berada. Sebagaimana kita berdoa kepada Allah agar menganugerahkan kepada kita keamanan negara kita dan seluruh negara kaum muslimin dari kejahatan Yahudi dan Syi'ah. 

Agar anda tahu tentang kesesatan Syiah dan tidak tertipu dengan topeng mereka, silahkan baca buku kecil kami berjudul "Syi'ah Dalam Timbangan".

Link unduh di Telegram:
https://t.me/sulhandotnet/5625

Semoga bermanfaat dan mencerahkan. Barakallahu fikum.