Flashback dua tahun yang lalu saya dan teman-teman mengunjungi stand mahasiswa Iran tatkala acara mahrajan kebudayaan UIM. Akhirnya tanda tanya yang selama ini disimpan kami utarakan.
Apakah di Iran ada Ahlussunnah?
"Ya", jawab mahasiswa tadi. Ya di antaranya mereka ini, yang kuliah di UIM.
Hanya saja pas kami tanya "Apakah di sana kalian aman?" Ia jawab: "Kami tidak bisa pulang liburan ke negara kami." Biasanya mahasiswa ada jatah liburan tahunan dari kampus tatkala musim panas, tiket pesawat pp ditanggung pemerintah Saudi.
Akhirnya kami tahu alasan mereka takut pulang ke tanah air karena jika ketahuan maka akan dijebloskan ke penjara atau sebagainya. Karena mau ga mau mahasiswa di sini bolak balik keluar masuk Saudi pasti menggunakan visa pelajar. Menandakan bahwa ia sedang menuntut ilmu agama yang sangat bertentangan dengan agama Rafidhah.
Sebegitu bencinya ya mereka terhadap Ahlussunnah. Anehnya datang orang-orang tak tahu menahu hakikat Rafidhah yang sebenarnya, modal lihat tulisan akun majhul ahli geopolitik di sosmed, terus koar-koar Iran adalah saudara kami, kami akan dukung Iran melawan Yahudi, bla bla bla... Ya akhi, pelajari dulu aqidahmu baik-baik baru angkat bicara.
https://www.facebook.com/share/1KejaFahor/