Rabu, 10 Desember 2025

Uluww al-Himmah

[‘Uluww al-Himmah, Motor Pengangkat Derajat]
Berdasarkan: al-Asbab al-Mufidah fī Iktisab al-Akhlaq al-Hamidah, Syaikh Muḥammad bin Ibrahim al-Hamd, hlm. 10

Syaikh Muḥammad bin Ibrahim al-Hamd menjelaskan bahwa ‘uluww al-himmah (tinggi cita-cita) menuntut adanya kesungguhan, rasa enggan pada kehinaan, pencarian kemuliaan, dorongan menuju kesempurnaan, serta menjauh dari perkara hina, remeh, dan sepele. Orang yang memiliki himmah tinggi tidak nyaman dengan hal yang merusak kehormatannya, meski tampak kecil di mata orang lain.

Beliau menggambarkan himmah tinggi bagaikan cambuk internal yang terus-menerus memukul pemiliknya jika ia mendekati perbuatan rendah dan kehinaan. Himmah itu menegur dan menegakkan harga diri, mencegah seseorang terjerumus dalam akhlak tercela, dan mendorongnya mengejar keutamaan. Melalui himmah yang mulia, seseorang bisa naik dari jurang kehinaan menuju puncak kemuliaan dan kepemimpinan moral.

Dengan himmah yang benar—diarahkan kepada ridha Allah, ilmu bermanfaat, amal saleh, dan akhlak yang agung—seorang hamba dibawa keluar dari keterikatan pada syahwat rendah menuju kesibukan dengan perkara-perkara agung yang bermanfaat bagi dirinya dan umat.
ustadz hasan al jaizy