Rasulullah Shallallaahu 'alaihi Wasallam bersabda:
إياك والتنعم فإن عباد الله ليسوا بالمتنعمين
Tinggalkanlah sifat gemar bersenang-senang (at tana’um). Karena hamba Allah yang sejati bukanlah orang yang gemar bersenang-senang” (HR. Ahmad 5/243, 244, Ath Thabrani dalam Musnad Asy Syamiyyin 279, Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya 5/155)
Ali Al Qari rahimahullah menjelaskan hadits ini berkata: “Sesungguhnya hamba Allah yang ikhlas bukanlah orang yang gemar bersenang-senang. Bahkan sifat demikian adalah ciri khas orang kafir, para penggemar maksiat, orang yang lalai dan orang yang jahil. Sebagaimana firman Allah :
ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
‘Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)‘ (QS. Al Hijr: 3)
dan juga firman-Nya:
وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ
‘Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka‘ (QS. Muhammad: 12),
juga firman-Nya:
إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُتْرَفِينَ
‘Sesungguhnya mereka (penghuni neraka) sebelum itu hidup bermewah mewahan‘ (QS. Al Waqi’ah: 45)” (Mirqatul Mafatih, 8/3295).
Bersenang senang dengan nikmat dunia adalah halal...
Namun yang tercela adalah berlebihan hingga melalaikan...
Membuat hatinya tertipu oleh dunia dan berpaling dari akherat...
Membuatnya berat untuk beribadah dan mengingat Allah...
Ustadz badrusalam