Senin, 08 Desember 2025

Jika seorang Muslim telah melakukan istikharah, maka hendaklah ia melakukan apa yang tampak baginya, baik ia merasa lapang dada atau tidak, karena di dalamnya ada kebaikan

Jika seorang Muslim telah melakukan istikharah, maka hendaklah ia melakukan apa yang tampak baginya, baik ia merasa lapang dada atau tidak, karena di dalamnya ada kebaikan. Janganlah ia memperhatikan tanda-tanda atau isyarat dari mimpi, atau keterkaitan dengan nama, orang, hari, atau semacamnya, karena hal itu bertentangan dengan hakikat dan tujuan istikharah, yaitu bersandar kepada الله (‘azza wa Jalla) dan menyerahkan urusan kepada-Nya. Umar (radhiyallahu ‘anhu) berkata: "Aku tidak peduli dalam keadaan apa aku bangun pagi, apakah dalam keadaan yang aku sukai atau yang aku benci, karena aku tidak tahu di mana letak kebaikan, apakah pada yang aku sukai atau yang aku benci." Al-Hafizh Zainuddin Al-‘Iraqi (rahimahullah) berkata: "Apa pun yang dilakukan setelah istikharah, maka di dalamnya ada kebaikan."
UPH