Rabu, 24 Desember 2025

Ada pertanyaan dari salah satu peserta dauroh Muqoddimah Hadromiah mengenai hukum bersalaman setelah shalat

Ada pertanyaan dari salah satu peserta dauroh Muqoddimah Hadromiah mengenai hukum bersalaman setelah shalat. Lalu Syeikhuna Dr. Labib Najib حفظه الله menjawab dengan mengutip ibarot dari kitab 𝘉𝘶𝘴𝘺𝘳𝘢 𝘈𝘭-𝘒𝘢𝘳𝘪𝘮 𝘣𝘪 𝘚𝘺𝘢𝘳𝘩 𝘔𝘢𝘴𝘢'𝘪𝘭 𝘢𝘭-𝘛𝘢'𝘭𝘪𝘮 yang disusun oleh Syaikh Sa’id bin Muhammad Ba‘Ali Ba ’Asyan al-Hadhrami (1270H), yang kesimpulannya adalah sebagai berikut :

1. Hukum Bersalaman:
▪️Menurut Syekh Izzuddin bin Abdissalam : Bid’ah Mubahah ( yang diperbolehkan), 

▪️Menurut Imam an-Nawawi dirinci :
- Sunnah : Jika dilakukan dengan orang yang belum kita temui sebelum shalat,
- Mubah : Jika dilakukan dengan orang yang sudah bersama kita sebelum shalat dimulai.

​2. ​Disarankan tidak langsung berdiri untuk bersalaman segera setelah salam jika hal itu memutus keutamaan berdiam diri di tempat shalat. Sebab, malaikat terus mendoakan orang yang tetap duduk di tempat shalatnya selama ia belum berhadats atau beranjak.

​3. Adapun kebiasaan yang terjadi saat ini, di mana seseorang shalat di samping orang lain, kemudian ketika selesai salam, disibukkan terlebih dahulu dengan zikir dan do'a, baru setelah itu saling bersalaman; maka bersalaman seperti ini bukanlah dilakukan saat awal pertemuan, melainkan dilakukan setelah pertemuan, sehingga hukumnya tidak disunnahkan. 

​4. ​Jika seseorang menjulurkan tangannya untuk bersalaman, maka sambutlah salamnya. Meskipun menurutmu tidak disunnahkan, karena melakukannya termasuk menjaga perasaannya agar tidak tersinggung ataupun sakit hati.

​5. ​Ada ulama yang menganggap bersalaman setelah shalat itu sunnah secara mutlak karena menganggap orang yang shalat itu sedang ghoib (menghilang) dari makhluk, sehingga saat salam ia kembali berjumpa dengan orang-orang.
6. Beberapa ulama mensunnahkannya khusus setelah shalat Ashar dan Subuh karena saat itu merupakan waktu pergantian malaikat penjaga, sehingga berharap berkah dari kehadiran mereka.

Referensi :
تنبيه: المصافحة بعد الصلاة: قال الشيخ عز الدين: بدعة مباحة، قال النووي: (إن صافح من كان معه قبل الصلاة .. فمباحة، أو من لم يكن معه قبلها .. فسنة؛ إذ المصافحة عند اللقاء سنة إجماعًا) اهـ
ويؤخذ منه أنه صافحه عقب السلام، أو عند الانصراف إذا كان بينهما بعض
المأمومين؛ إذ في قيامه لمصافحته عقب سلامه تفويت لفضيلة المكث في مصلاه بعد سلامه، كما في الحديث: «أنه لم تزل الملائكة تصلي عليه ما لم يقم أو يحدث».
وأما ما يقع الآن من أنه يصلي بجنبه، فإذا سلموا .. اشتغلوا أولًا بالذكر والدعاء، ثم يتصافحون .. فهذه مصافحة ليست عند لقاء، بل بعده، فليست بسنة.
ولو مد شخص يده ليصافحك .. فصافحه وإن لم تسن؛ لأن في عدم مصافحته كسر خاطر له، على أن كثيرًا قالوا بسنيه ذلك مطلقًا؛ لأن في الصلاة غيبة، وبالسلام يحصل اللقاء، لكن في النوم غيبة أعظم من غيبة الصلاة ولم تسن بعده، وبعضهم استحبها بعد العصر والصبح؛ لأن الملائكة الحفظة يجتمعون معهم فيهما على صور بني آدم؛ لتحصل البركة بمصافحتهم، والله أعلم.

شرح المقدمة الحضرمية المسمى بشرى الكريم بشرح مسائل التعليم، ص ٢٤٩ - ٢٥٠

𝐅𝐚𝐢𝐝𝐚𝐡 𝐃𝐚𝐮𝐫𝐨𝐡 𝐌𝐮𝐪𝐨𝐝𝐝𝐢𝐦𝐚𝐡 𝐇𝐚𝐝𝐫𝐨𝐦𝐢𝐚𝐡 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐒𝐲𝐞𝐢𝐤𝐡𝐮𝐧𝐚 𝐃𝐫. 𝐋𝐚𝐛𝐢𝐛 𝐍𝐚𝐣𝐢𝐛 حفظه الله
Ustadz muhammad irfandi