Ada perbedaan antara ucapan Nabi Musa ‘alaihis salam:
(رب أرني أنظر إليك)
“Wahai Tuhanku, perlihatkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat-Mu”
dengan ucapan BANI ISRAIL:
وَإِذْ قُلْتُمْ يَٰمُوسَىٰ لَن نُّؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ نَرَى ٱللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ ٱلصَّٰعِقَةُ وَأَنتُمْ تَنظُرُونَ
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya”.
Kenapa Ketika Bani Israil meminta untuk bisa melihat Allah, maka Allah murka kepada mereka. Sedangkan Ketika yang meminta itu Nabi mereka, Allah tidak murka?
Jawabannya
فموسى قال ذلك شوقاً إلى الله عز وجل، وليتلذذ بالرؤية إليه؛ أما هؤلاء فقالوه تشككاً. يعني: لسنا بمؤمنين إلا إذا رأيناه جهرة؛ ففرق بين الطلبين.
Karena Nabi Musa mengatakan itu didorong oleh kerinduan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan keinginan untuk merasakan kenikmatan memandang-Nya.
Sedangkan mereka (Bani Isra'il) ketika mengatakannya karena ada rasa ragu dan membangkang, seakan-akan mereka berkata: “Kami tidak akan beriman kecuali jika kami melihat-Nya secara terang-terangan.”
Maka jelaslah perbedaan antara dua permintaan tersebut. (syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin)
Ustadz kukuh abu yumna