📚Apa yang dibanggakan oleh para ahlul bida' akan keahlian mereka dalam ilmu bahasa itu tidak sedikit pun membuat kita gentar dengan mereka.
⚔️Nyatanya mereka masih mudah dikalahkan bahkan dari jalur nash yang mereka selewengkan itu sendiri.
📝Menguasai suatu disiplin ilmu tak lantas membuat pendakunya berada di atas jalan kebenaran. Bisa kita lihat di sana ada ahli tafsir namun ia mentakwil ayat di dalam tafsirnya, begitu juga ahli fiqih namun mengesahkan amalan-amalan tanpa dasar di dalam tulisannya.
Di dalam disiplin ilmu bahasa juga ada contohnya, seperti al-Jahizh, Ibnu Jinni dan az-Zamakhsyari yang mana mereka berada di atas aqidah Mu'tazilah.
📌Oleh karena itu di dalam ilmu bahasa ada namanya "zaman ihtijaj lughawi", yakni periode dimana ilmu bahasa masih murni belum dimasuki oleh penyimpangan. Ulama bahasa yang hidup di zaman ini lah yang menjadi hujjah perkataannya terutama dalam permasalahan aqidah.
🖋Dari sini kita belajar: bahwa seorang hamba hendaknya meminta petunjuk kepada Allah agar ilmu yang dipelajarinya dapat menuntun dirinya kepada kebenaran. Jangan sampai kita terperdaya dengan kecerdasan diri sendiri lalu menolak kebenaran yang datang menyapa.
📷 Arti tweet Syaikh Muhammad bin Khalifah at-Tamimi di bawah:
Imam Malik bin Dinar rahimahullah mengatakan: "Seseorang mempelajari bahasa ia tidak pernah salah satu huruf pun, namun amalannya semuanya salah."