✒️Syaikhuna Dr. Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah di pertemuan terakhir kemarin menyebutkan bahwa:
Tidak pernah terjadi di dalam sejarah seorang alim dari ulama Ahlussunnah kalah di hadapan ahlul bida' saat berdebat.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Ustadz Nidlol Masyhud hafizhahullah dalam salah satu kajian beliau.
🖋Ahlussunnah memiliki dhawabit dalam mengadakan majelis debat. Karena pada asalnya tugas kita hanya belajar kemudian menyampaikan kebenaran.
📚Adapun perkara debat, tidak sembarangan orang bisa maju berhadapan dengan ahlul bida' apalagi jika belum menguasai ilmu asasi ataupun metode dalam berargumen.
📝Dan jikapun sudah ahli, tidak semua tantangan perdebatan harus diladeni. Karena harus mempertimbangkan maslahat dan mudharat dari diadakannya debat tersebut, terlebih jika dipublish di depan orang-orang.
📌Kita bisa saksikan jumlah ulama yang berdebat sangat sedikit. Dan yang tercatat dalam sejarah mereka adalah para ulama besar seperti Imam Ibnu Abbas, Imam Ahmad dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Dan semuanya keluar dengan kemenangan setelah mematahkan syubhat para lawannya.
⚔️Ahlussunnah itu dikenal dengan kuatnya hujjah mereka serta konsistensi mereka dalam beraqidah. Berbeda dengan ahlul bida' yang selalu berpangku dengan dalil akal mereka sehingga berdampak kepada ketidak konsistenan argumen mereka ditambah jauhnya mereka daripada nash dan pemahaman salaf.
Oleh karena itu syubhat-syubhat yang bertebaran tampak remeh jika kita benar-benar sudah memahami aqidah Ahlussunnah sesuai pemahaman salaf.