DALIL TAHLILAN
Bukan ngajak ribut...
Tidak lain sebatas ajakan belajar bersama.
Al Hasyr ayat 10 di klaim sbg dalil tahlilan.
Teman2 aswaja insya Allah jago ushul fikih
Kira kira alur istidlalnya gimana nggih kok bs smp ayat tsb diklaim sbg dalil tahlilan?
NB:
1- Tidak ada korelasi antara ayat (mendoakan orang terdahulu) dg doa bersama, dlm ayat tdk ada perintah bareng bareng/berkumpul, juga tdk ada lafadz khusus apalagi hadiah bacaan/dzikir.
Sehingga klaim al hasyr : 10 sbg dalil tahlilan terdapat cacat istidlal: => yaitu klaim kasusnya lebih umum dari dalil => yg semestinya adalah klaim kasus setara dg dalil atau dalilnya lebih umum dari kasus/perkara.
2- jika ingin memakai ayat tsb sbg dalil maka semestinya dikerjakan personal antara dirinya dg Allah swt, karena:
a. hukum asal khitob/perintah tertuju kpd masing masing individu.
Berjamaah hynya jika ada perintah atau sebab/alasan yg diakui syariat yg mendukung kebolehannya.
b. Berjamaah termasuk perbuatan mengangkat syiar(simbol agama), dan mengangkat syiar butuh ijin spesifik
فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ [النور: 36]
“(Cahaya itu) berada di rumah-rumah yang telah diperintahkan Allah untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya.
c.mengangkat syiar butuh ijin spesifik dari pemilik syariat karena berkaitan dg hak-hak adami orang lain, termasuk tahlilan memiliki dampak sosial dan psikologis serta keyakinan yg sangat besar sehingga semestinya mmbutuhkan dalil spesifik.
3- sebaik baik doa adalah saat sendiri sbgmn hadits
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رضي الله عنه قَالَ: قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ؟ قَالَ:
«جَوْفُ اللَّيْلِ الآخِرِ، وَدُبُرُ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ».
التخريج: رواه الترمذي في سننه، كتاب الدعوات
Dari Abu Umamah رضي الله عنه, ia berkata: “Ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ: ‘Wahai Rasulullah, doa apakah yang paling besar kemungkinan didengar (dikabulkan)?’ Beliau ﷺ menjawab:
‘Doa pada penghujung malam, dan doa setelah salat-salat fardu.’”
4- Mendoakan orang lain hakikatnya adalah syafaat, semestinya kita lebih mengagungkan harapan kpd rahmat Allah daripada syafaat manusia. Dan itulah hakikat mentauhidkan Allah dlm nama-Nya & sifat-Nya => ar Rahman ar Rahim
Wallahu a'lam