"Orang Wahabi ga paham ilmu nahwu. Orang Wahabi ga paham ilmu sharaf."
Aduh mas, gus, yai. Jika hal semudah memahami tafsir kalimat tauhid sesuai Bahasa Arab saja anda tidak tahu, jangan bangga-bangga dulu deh. Bayangkan titik terendah seseorang yang ngaku muslim dibandingkan kedudukannya dengan kuffar Quraisy dalam hal memahami kalimat tauhid.
Ini baru satu permasalahan ushul mereka bermasalah dalam memahami bahasa, belum lagi permasalahan ushul lainnya.
Akan tetapi mereka dibutakan dengan apa-apa yang mereka banggakan, lalu dengan sombongnya meninggalkan al-Qur'an dan Sunnah serta pemahaman para salaf. Allah Ta'ala berfirman:
فَلَمَّا جَاۤءَتۡهُمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَیِّنَـٰتِ فَرِحُوا۟ بِمَا عِندَهُم مِّنَ ٱلۡعِلۡمِ
"Ketika para rasul datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka." {Ghafir: 83}
Syaikhul Islam rahimahullah menyebutkan perihal ahlul kalam:
أوتوا ذكاء وما أوتوا زكاء
"Mereka diberi kecerdasan, namun tidak diberi kesucian hati." (Al-Hamawiyah cet. Shumai'i : hal. 555)
Kita memohon kepada Allah agar dijauhkan dari berpangku kepada kecerdasan semata yang menyebabkan kita menentang kebenaran.