Puasa saja rabu, kamis dan jum'at kelar dah masalahnya.
He he he, tidak sesederhana itu kawan.
Ibadah itu ada kaitannya dengan urusan niat, dan salah satu syarat niat adalah al jazmu, alias kepastian dan kebulatan tekad. Bila anda masih ragu apakah hari yang anda berpuasa adalah hari 'asyura' maka syarat niat harus pasti, yakin, mantap dan bulat tidak bisa dipenuhi.
Memang, anda berpuasa, akan tetapi anda tidak dalam kondisi yakin dengan status hari yang anda berpuasa padanya, apaka itu hari 'asyura atau bukan.
Lo, kan yang penting berpuasa?
Masalah anda berpuasa maka insyaAllah mendapat pahala puasa sunnah, namun yang jadi konsentrasi pembahasan apakah puasa anda terhitung puasa 'asyura', atau puasa sunnah biasa?
Kawan! Renungkan baik baik sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ
“Sesungguhnya setiap amalan pastilah diiringi dengan niat/maksud dan tujuan. Dan setiap orang akan mendapatkan hasil/pahala sesuai dengan niat/maksudnya. (Al Bukhari dan Muslim)
So, menurut saya sih, kondisi perbedaan penetapan awal bulan adalah momentum anda berani menentukan pilihan, berani jujur dan berlapang dada.
Dan yang pasti negara tidak ngurusi anda berpuasa atau tidak, sehingga mau berpuasa atau tidak sama sama sekali tidak dianggap sebagai pelanggaran...... apalagi puasa 'Asyura'.
Puasa ramadhan saja anda diberi kebebasan oleh negara, mau berpuasa ya terserah, ndak puasa ya terserah..... sehingga terlalu "ngoyo" bila dikit dikit taat pemerintah, sedangkan pemerintah sendiri memberi kelapangan.
Wis ta, buka mata, buka telinga dan yang lebih penting buka pikiran agar anda merdeka.
Kalau anda bertanya, kalau penulis sendiri puasa hari apa/
La ya puasa hari Rabu dan Kamis, sebagai upaya menyalurkan "mimpi besar" , bersatu bersama seluruh ummat muslim dunia.
﴿وَإِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ﴾
[ المؤمنون: 52]
Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. [Muminun: 52]
Idealnya ummat islam itu satu barisan, satu pemerintahan, satu jamaah. Kondisi hari ini adalah kondisi keterpaksaan, akibat dari "bencana" perpecahan yang menimpa ummat.
Dahulu ummat Islam dengan wilayah yang sangat luas, sejak zaman Nabi shallallahu 'alahi wa sallam hingga akhir dinasti Umawiyah, seluruh ummat islam berada dalam satu barisan..... karena perebutan kekuasaan ummat Islam terbagi menjadi beberapa wilayah kekuasaan politik .
Perbedaan teritorial kekuasaan bukan pilihan ummat islam dan juga bukan syari'at agama yang harus diajarkan dan dipertahankan..... namun musibah yang dijalani dengan bijak bukan malah dijadikan standar baku menilai dan menyikapi berbagai masalah kehidupan.
Musibah itu dijalani dengan lapang dada, sikap realistis, namun bukan berarti menerimanya dengan menjadikannya sebagai standar nilai baku baru.... sebaliknya anda harus berusaha menghilangkan petaka dan musibah yang menimpa agar ummat Islam kembali seperti sedia kala.
Gagasan untuk menyatukan ummat melalui penyatuan penanggalan adalah gagasan cerdas, sehingga di manapun hilal terlihat maka diterima oleh seluruh ummat Islam di dunia.... langkah langkah semacam ini akan menjadikan ummat islam kembali bersatu, menjadi ummatan wahidah.
Masalah belum berhasil bukan berarti sia sia, karena setiap usaha akan dicatat sebagai ibadah, sedangkan hasil itu sepenuhnya kuasa Allah Ta'ala. Karena itu anda dianjurkan merapatkan dan meluruskan barisan shaf, guna menyatukan hati atau jiwa anda dengan seluruh jamaah shalat, walaupun faktanya anda shalat berjamaah bersama warga NU, Muhammadiyah, PKS, jamaah tabligh, atau sufi atau lainnya.
Atau mungkinkah ketika anda shalat berjamaah dengan mereka, anda berkata: ah sia sia meluruskan shaf dan merapatkannya, toh faktanya antara kita terdapat perbedaan dan perpecahan dalam hal aqidah, amaliyah atau manhaj?
Demikian pula upaya menyatukan ummat melalui penyatuan penetapan hari hari raya atau ibadah seperti puasa ummat Islam.
Ya Allah tetapkanlah diri kami untuk senantiasa berada di atas agama-Mu hinga akhir hayat kelak.
https://www.facebook.com/share/18q3mZ7Rhx/