Tidak Boleh Waswas dan Suuzan kepada Allah
Imam Syafii rahimahullah pernah ditanya:
كيف يكون سوء الظن بالله؟
“Bagaimana bentuk suuzan (buruk sangka) kepada Allah?”
Maka beliau pun menjawab:
الوسوسة، والخوف الدائم من
وقوع مُصِيبَة. وترقب زوال النعمة، كلها من سوء الظن بالرحمن الرحيم
“Yaitu waswas, rasa takut yang terus-menerus akan datangnya musibah, serta selalu khawatir nikmat yang dimilikinya akan hilang. Semua itu termasuk buruk sangka kepada Ar-Rahman Ar-Rahim.”
(Hilyatul Auliya, karya Abu Nu’aim, 9/123)
Dalam hal ini, Imam Syafii rahimahullah tidak melarang seseorang untuk waspada atau melakukan ikhtiar. Yang beliau ingkari adalah apabila keadaan hati kita dipenuhi prasangka buruk kepada Allah.
Misalnya:
- Seseorang dalam keadaan sehat, tetapi setiap hari selalu dihantui pikiran, “Jangan-jangan saya akan terkena penyakit berat.”
- Seseorang memiliki pekerjaan yang baik, tetapi sering gelisah, “Jangan-jangan sebentar lagi saya akan kehilangan pekerjaan ini.”
- Dan contoh lainnya yang semisal.
Ustadz muadz mukhadasin