Minggu, 14 Juni 2026

Tidak Boleh Waswas dan Suuzan kepada Allah

Tidak Boleh Waswas dan Suuzan kepada Allah

Imam Syafii rahimahullah pernah ditanya:

كيف يكون سوء الظن بالله؟ 

“Bagaimana bentuk suuzan (buruk sangka) kepada Allah?”

Maka beliau pun menjawab:

الوسوسة، والخوف الدائم من 
وقوع مُصِيبَة. وترقب زوال النعمة، كلها من سوء الظن بالرحمن الرحيم

“Yaitu waswas, rasa takut yang terus-menerus akan datangnya musibah, serta selalu khawatir nikmat yang dimilikinya akan hilang. Semua itu termasuk buruk sangka kepada Ar-Rahman Ar-Rahim.”

(Hilyatul Auliya, karya Abu Nu’aim, 9/123)

Dalam hal ini, Imam Syafii rahimahullah tidak melarang seseorang untuk waspada atau melakukan ikhtiar. Yang beliau ingkari adalah apabila keadaan hati kita dipenuhi prasangka buruk kepada Allah.

Misalnya:

- Seseorang dalam keadaan sehat, tetapi setiap hari selalu dihantui pikiran, “Jangan-jangan saya akan terkena penyakit berat.”
- Seseorang memiliki pekerjaan yang baik, tetapi sering gelisah, “Jangan-jangan sebentar lagi saya akan kehilangan pekerjaan ini.”
- Dan contoh lainnya yang semisal.
Ustadz muadz mukhadasin