Rabu, 03 Juni 2026

JENIS-JENIS TAUHID MENURUT AHLI KALAM DAN KEBENARAN SERTA KEKELIRUAN DI DALAMNYA

JENIS-JENIS TAUHID MENURUT AHLI KALAM DAN KEBENARAN SERTA KEKELIRUAN DI DALAMNYA

Syaikhul islam Ibnu Taimiyah memberikan kritikan terhadap sebagian konsep ahli kalam dalam perkara tauhid yang dianggap terlalu memusatkan tauhid pada Rububiyah (ketunggalan Allah dalam penciptaan dan pengaturan alam).

Beliau berkata di dalam Risalah At-Tadmuriyyah:

Dengan penjelasan ini dan selainnya, dapat diketahui letak kesalahan dalam pengertian "tauhid". 

Sebab mayoritas ahli kalam yang membahas "tauhid" dalam kitab-kitab kalam dan nazhar (filsafat teologi), tujuan mereka adalah menjadikan tauhid terbagi menjadi tiga jenis. Mereka berkata:
"Allah itu satu dalam Dzat-Nya, tidak terbagi; satu dalam sifat-Nya, tidak ada yang serupa dengan-Nya; dan satu dalam perbuatan-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya."

Jenis yang paling masyhur dari ketiga jenis tersebut menurut mereka adalah yang ketiga, yaitu "tauhid af'al (perbuatan)", yakni:
"Bahwa pencipta alam semesta hanya satu."

Mereka berhujah untuk itu dengan dalil yang mereka sebut sebagai dalil tamānu' (dalil kemustahilan adanya dua pencipta yang berkuasa mutlak) dan selainnya. 

Mereka mengira bahwa inilah tauhid yang dituntut oleh syariat, dan bahwa inilah makna ucapan:
"Lā ilāha illallāh" (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah).

Sampai-sampai mereka menjadikan makna ilahiah (ketuhanan) sebagai:
"Yang memiliki kemampuan untuk menciptakan (mengadakan dari ketiadaan)."

Padahal telah diketahui bahwa kaum musyrikin Arab yang pertama kali diutus kepada mereka Nabi Muhammad ﷺ tidaklah menyelisihi perkara ini. 

Bahkan mereka mengakui bahwa Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Mereka juga mengakui takdir. Namun meskipun demikian, mereka tetap orang-orang musyrik.

===========
At-Tadmuriyyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
Ust abu musa al mizzi