Rabu, 03 Juni 2026

Syaikh Abdussalam bin Barjas rahimahullah dahulu sering dijadikan rujukan oleh teman-teman yang kaku dan keras karena bantahan dan catatan ilmiah beliau

Syaikh Abdussalam bin Barjas rahimahullah dahulu sering dijadikan rujukan oleh teman-teman yang kaku dan keras karena bantahan dan catatan ilmiah beliau terhadap beberapa pembahasan dalam kitab Tashnif An-Nas Baina Adz-Dzann Wal-Yaqin karya Syaikh Bakr Abu Zaid, yang mana kitab itu menjelaskan praktik mudah mentabdi' (membid'ahkan orang lain).

Namun, setelah itu nama Syaikh Abdussalam bin Barjas tidak begitu banyak dikutip oleh mereka. Salah satu sebabnya adalah pernyataan beliau berikut tentang orang-orang yang berlebihan dalam mencela dan mentabdi' sesama Muslim, beliau berkata:

"Pada masa-masa ini, kita diuji dengan sebagian orang yang mengaku mengikuti manhaj Salaf, tetapi melampaui batas dalam menjatuhkan vonis bid'ah kepada orang lain. Bahkan ada yang sampai mentabdi' masyarakat secara umum, dan menganggap bahwa hukum asal setiap orang selain kelompok mereka adalah ahli bid'ah sampai terbukti sebaliknya.

Mereka adalah orang-orang yang tidak memahami syariat dan tidak memahami dengan benar ucapan para ulama tentang bid'ah dan pelakunya. Karena itu, perkataan mereka tidak patut dijadikan pegangan. Bahkan capan mereka tidak memiliki nilai maupun bobot ilmiah.

Syaikh Abdul Muhsin Al-'Abbad hafizhahullah telah memberikan nasihat yang sangat baik kepada mereka dan memperingatkan bahaya manhaj semacam ini dalam kitab beliau Rifqan Ahlas Sunnah Biahlis Sunnah (Bersikap Lembutlah Wahai Ahlus Sunnah terhadap Sesama Ahlus Sunnah).

Kita memohon kepada Allah agar diselamatkan dari segala bentuk sikap berlebihan (ghuluw)."

(Referensi : Mazhahir Al-Ghuluw Fil-'Aqidah Wal-'Amal Wal-Hukm 'Alan-Nas, hlm. 27)
Ushs