Senin, 01 Juni 2026

Sheikhul Islam Imam Al Izz Ibn Abdussalam.

Kalau disebut Sheikhul Islam, mungkin akan banyak nama yang muncul di benak kita, tergantung preferensi. Ada yang langsung berpikir Sheikhul Islam Ibnu Taimiyah, ada juga yang berpikir sheikhul Islam Zakariya Al Anshary, atau Sheikhul Islam Ibnu Hajar Askalany, atau bahkan Sheikhul Islam Ibnu Abdussalam.

Tapi, kalau disebut Sultanul Ulama, sudah tentu yang dimaksud adalah Sheikhul Islam Imam Al Izz Ibn Abdussalam. Kerap disebut bahwa buku Qawaidul Ahkam fi Mashalihil Anam, dan Isyaratul I’jaz fi Ba’dhi Anwa’il Majaz, merupakan dua maha karya yang menjadi bukti “kekerenan” keilmuan beliau. Imam Ibnu Daqiqil Ied, Imam Shihabuddin Al Qarafy, dan Abu Shamah Al Maqdisy adalah murid-murid Imam Al Izz yang merupakan bukti lain kebesaran sang Imam Sultanul Ulama. 

Tadi sempat berkunjung ke Haiat Mausuah Arabiyyah di Damascus, bertemu dengan direkturnya, Ustaz Iyad Khaled Tabba, salah satu orang di muka bumi yang telah menghabiskan umurnya untuk berkhidmah kepada legacy Imam Al Izz Ibn Abdussalam. 

Sempat beberapa tahun beliau menjabat sebagai Kepala Bagian Manuskrip di Perpusnas Suriah, yang memuat ribuan manuskrip lama. Disanalah beliau berkenalan dan akhirnya hidup bersama makhtutat Imam Al Izz ibn Abdussalam. 

Sejauh ini, sekitar 23 buku Sultanul Ulama sudah beliau tahqiq dan terbitkan, mulai dari yang paling kecil seperti Shalat Rahgaib - kisah perdebatan antara Imam Izz Abdussalam dengan Imam Ibnu Sholah tentang shalat Raghaib yang dianggap sunnah oleh imam Ibnu Shalah namun dianggap Bidah oleh Imam Izz- sampai yang paling besar seperti Al Ghayah fi Ikhtishar Nihayah karya Imam Haramain AlJuwainy, diterbitkan dalam 10 jilid! Dalam waktu dekat, beliau akan menerbitkan Tafsir Al Izz bin Abdussalam, katanya sekitar 5 jilid. 

Kitab Nihayatul Matlab fi Dirayatil Mazhab karya imam Abul Maali Al Juwaini atau Imam Haramain, merupakan salah satu referensi utama dalam mazhab Syafii. Katanya, salah satu buku favorit Imam Izz Abdussalam adalah kitab Nihayah ini,  beliau berkali-kali mengkhatam buku itu, bahkan beliau pernah mengkhatamkan buku itu dalam 3 hari! Hari ini buku itu diterbitkan dalam 20 jilid! Dalam 3 hari!

Karena sangat suka pada buku itu, akhirnya beliau meringkas buku itu dan menamakannya Al Ghayah fi Ikhtishar Nihayah. Untuk pertama kali kitab Al Ghayah ini terbit yang ditahqiq oleh Ustaz Iyad Tabba…hafizhullah. 

Di mukaddimah buku itu, Ustaz Iyad menulis biografi Imam Al Izz ibn Abdussalam, sebuah biografi yang sangat komprehensif tentang sang Imam, bahkan sebagiannya tidak kita temukan dalam buku-buku yang khusus menulis tentang Imam Al Izz bin Abdussalam. 

Imam Al Izz ibn Abdussalam merupakan Ulama besar yang lahir di Damascus tahun 660 Hijriyah dan meninggal di Cairo tahun 728 H. Beliau memiliki banyak kesamaan dengan Imam Ibnu Taimiyah yang lahir pada tahun 661 H di Damascus, karena memang kondisi sosio-politik yang mereka alama relatif sama, Rahimahumallah. 

Kisah hidup Imam Al Izz sangat menarik, patut dibaca dan dihayati, bagaimana beliau mulai belajar, berjuang, diusir dari Damascus, hidup di Cairo dan akhirnya menutup hayatnya di sana.
https://www.facebook.com/share/p/1EAoDtZPx4/
Ustadz Saief alemdar