Sabtu, 13 Juni 2026

mengambil sebab keselamatan


**Ahlus Sunnah wal Jama'ah di Irak** • 21 mnt • 🌐
Foto seorang petualang asal Yaman bernama Al-Qa'qa' bin Antar, yang terjatuh dari atas puncak gunung ke dalam kawah vulkanik berisi air panas. Ia meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Kita memohon kepada Allah agar mengampuninya, merahmatinya, dan menempatkannya di surga keabadian yang luas.
Pertanyaan yang ingin kita tekankan adalah: Mengapa banyak dari kita, khususnya para pemuda, mengabaikan aspek sebab-akibat (ikhtiar/kehati-hatian)? Mereka meremehkan hal tersebut, tidak waspada, dan tidak berjaga-jaga. Sebagian orang bahkan dibisiki setan untuk membenarkan perbuatan buruknya, lalu berdalih dengan qadar (takdir). Padahal, kewajiban seorang Muslim adalah berlari dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain, menghadapi takdir dengan takdir, dan tidak menjerumuskan diri sendiri ke dalam kebinasaan, sebagaimana yang diperintahkan Allah.
Sebagai contoh, sebagian dari kita ada yang mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi. Jika kamu mendebatnya, dia akan berkata kepadamu: *"Semua sudah tertulis (ditakdirkan)"* atau *"Tidak ada orang yang mati sebelum harinya tiba"*, dan alasan-alasan serupa lainnya. Ia lupa bahwa Allah memerintahkannya untuk berhati-hati, sebagaimana firman Allah Ta'ala: *"Dan hendaklah mereka bersiap siaga dan membawa senjata mereka."*
Oleh karena itu, kami menasihati para pemuda agar tidak ceroboh (nekat) dan tidak melalaikan aspek sebab-akibat (ikhtiar), sembari tetap menaruh kepercayaan dan berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
### > **Inti Pesan Keagamaan dalam Teks:**
Teks di atas merupakan sebuah pengingat (tadzkiyah) agar kaum muslimin—khususnya pemuda—tidak salah memahami konsep takdir. Islam mengajarkan keseimbangan antara **berikhtiar menjaga keselamatan** (mengambil sebab keselamatan) dan **bertawakal kepada Allah**, bukan malah bersikap nekat atau ceroboh dengan dalih "sudah takdir".
https://www.facebook.com/share/1DUhg7juPQ/