Jumat, 05 Juni 2026

Apakah ajakan untuk mengikuti manhaj Salafush Shalih dan menjauhi hizbiyyah (fanatisme golongan/kelompok) merupakan tugas setiap orang atau hanya tugas para ulama saja? Jika itu tugas setiap orang, bagaimana cara melakukannya?

Pertanyaan:

Apakah ajakan untuk mengikuti manhaj Salafush Shalih dan menjauhi hizbiyyah (fanatisme golongan/kelompok) merupakan tugas setiap orang atau hanya tugas para ulama saja? Jika itu tugas setiap orang, bagaimana cara melakukannya? 

Jawaban Syekh Shalih al-Syaikh:

  • Tuntutan untuk Semua Orang: Ajakan kepada manhaj Salafush Shalih dan menjauhi hizbiyyah adalah tuntutan bagi semua orang (masyarakat umum dan ulama). Hal ini karena realitas menunjukkan bahwa sempitnya ruang gerak dakwah Islam dan dakwah ilallah justru bersumber dari adanya hizbiyyah 
  • Dampak Negatif Hizbiyyah: Hizbiyyah membuat seseorang bergerak di lingkaran yang sangat sempit. Syekh menceritakan bahwa sekitar 20 tahun lalu di negeri tersebut (Arab Saudi), ada masa di mana seorang pemuda tidak mau bergaul kecuali dengan pemuda dari kelompoknya saja. Mereka bahkan tidak tahu cara berdakwah kepada keluarga sendiri, dan jika ada teman yang ingin berkumpul untuk membaca buku, pintunya sering kali ditutup. Ini adalah pemahaman dakwah yang salah akibat pengaruh hizbiyyah yang menutup diri  Meskipun dalam 10–12 tahun terakhir kondisi ini sudah lebih terbuka, sisa-sisa pengaruh hizbiyyah yang membuat hati sempit dan kaku masih ada di sebagian jiwa orang  Oleh karena itu, bagi orang-orang yang berakal dan objektif, menjauhi hizbiyyah adalah tuntutan umum bagi semua orang 
  • Kondisi Mayoritas Masyarakat: Ada persepsi keliru di benak sebagian saudara kita yang mengira bahwa mayoritas pemuda, orang tua, maupun wanita yang sedang semangat menuju kebaikan saat ini (fenomena kebangkitan Islam/sahwah) terafiliasi ke dalam kelompok atau partai tertentu  Syekh menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar. Orang-orang yang memiliki afiliasi kelompok (hizb) di tengah gelombang antusiasme agama yang besar ini mungkin tidak sampai 20% Mayoritas masyarakat umum sebenarnya hanya terpengaruh oleh lingkungan sekitar mereka. Siapa pun yang menyampaikan kebaikan kepada mereka dengan cara yang benar ataupun kurang benar, mereka akan mengikutinya karena mereka belum memiliki bekal ilmu yang cukup untuk membedakan secara mendalam antara yang haq dan yang batil Mereka hanya melihat kemungkaran lalu datang seseorang yang membangkitkan rasa cemburu (ghirah) mereka terhadap agama, sehingga mereka menyambutnya, tanpa peduli orang tersebut dari kelompok mana

  • Sikap yang Bijak dalam Berdakwah:
    • Jangan Mudah Menuduh: Kita tidak boleh sembarangan memastikan atau menuduh seseorang secara personal sebagai anggota kelompok tertentu (hizbiyyah) kecuali dengan syarat-syarat khusus yang pasti .Kebanyakan hal itu hanyalah prasangka (zhun), sedangkan hukum syariat tidak boleh dibangun di atas prasangka, melainkan harus di atas fakta yang nyata 
    • Pemberian Peringatan yang Tepat Sasaran: Peringatan terhadap bahaya hizbiyyah harus diarahkan kepada orang yang memang nyata-nyata terjebak di dalamnya, seperti orang yang fanatik buta pada kelompoknya, berlebih-lebihan (ghuluw), atau memaksa orang lain untuk bergabung ke kelompoknya 
    • Jangan Membingungkan Masyarakat Awam: Jika kita membicarakan masalah kelompok/hizbiyyah ini di hadapan masyarakat awam yang sama sekali tidak tahu-menahu tentang adanya kelompok-kelompok tersebut, hal itu justru bisa menimbulkan keraguan di dalam hati mereka untuk berkomitmen dalam agama (iltizam) 
    • Menggunakan Ilmu dan Hikmah: Masalah ini tidak boleh dibicarakan secara mutlak (serampangan) dan tidak boleh pula ditinggalkan sama sekali. Pembahasannya harus diletakkan dalam batasan syariat dengan ilmu, hikmah, dan bashirah (pandangan yang jernih) . Berdasarkan kaidah syariat, dakwah bertujuan untuk meraih maslahat dan menolak mafsadat (kerusakan)  Sangat tidak bijak jika kita mendatangi orang awam yang baru mau belajar agama, lalu kita mencekoki mereka dengan kritikan terhadap kelompok A atau kelompok B, karena akal mereka belum tentu bisa menerimanya dan hal itu justru bisa membuat mereka lari dari kebaikan 
    • https://youtu.be/eP6cN4O_PBM?si=l5fG3JYBM8izvf6i