*Bershalawat Kepada Nabi ﷺ sebelum Memanjatkan Do'a*
Bershalawat saat akan memanjatkan doa disebutkan dalam hadits Fudholah bin ‘Ubaid,
ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seseorang memanjatkan doa dalam shalatnya, lalu ia tidak memanjatkan shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pun berkata, “Orang ini terlalu tergesa-gesa dalam doanya.” Kemudian beliau memanggilnya lalu menegurnya atau mengatakan kepada lainnya, “Jika salah seorang di antara kalian berdoa, maka mulailah dengan memuji Allah, menyanjung-Nya, lalu bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mintalah doa yang diinginkan.”
(HR. Al-musnad (6/18), Sunan Abu Daud, no. 1481. Syaikh Al Albani menilai hadits ini shahih dalam kitab Shahih Al-Jami’ no. 648)
Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan bahwa ada tiga tingkatan dalam bershalawat saat berdo’a:
- Bershalawat sebelum memanjatkan doa setelah memuji Allah.
- Bershalawat di awal, pertengahan dan akhir doa.
- Bershalawat di awal dan di akhir, lalu menjadikan hajat yang diminta di pertengahan doa.
Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan pula bahwa membaca shalawat pada saat berdoa, kedudukannya seperti membaca Al-Fatihah dalam shalat.
فمفتاح الدعاء الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم كما أنّ مفتاح الصلاة الطهور
“Maka pembuka doa adalah shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Untuk shalat, pembukanya adalah dengan bersuci”.
[Kitab Fiqhu Al-'Adiyyah Wa Al-Adzkar, Syaikh Abdul Razzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr, hal. 434 ]
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
✓ Boleh di share seluasnya tanpa mengurangi isi tulisan.
AAAA