Sekarang semua dianggap ustadz, kiyai atau ulama' atau ahli ilmu.
Sedangkan dulu, dibedakan antara ulama' dan qusshos (pendongeng) .
Ulama' itu mengajarkan ilmu secara sistematis, dimulai dari yang kecil alias paling mendasar berlanjut ke evel berikutnya.
Sedangkan qusshos adalah penceramah yang fokusnya memainkan atau mengguncang perasaan audiens walaupun menggunakan hadits hadits atau riwayat riwayat lemah bahkan palsu, yang penting dapat menjadikan perasaan audiena tersentuh lalu mereka terbawa emosi sesaat.
Adapun ulama' selalu membangun keilmuan dengan mengedepankan dalil yang sahih baik dalil aqli maupun naqli, dwngan berpikir kritis, dan selalu metodologi berpikir yang dapat dipertanggung jawabkan.
Fokus mereka hanya menyimpulkan kesimpulan hukum berdasarkan data dan analisa yang ilmiah alias rasional, selaras dengan prinsip-prinsip penalaran,
Adapun pendongeng atau qusshos maka bagi mereka yang penting adalah menarik perrhatian publik dan menyentuh perasaan orang banyak sehingga mendapatkan simpati dari masyarakat luas.
Eh, bagaimana dengan facebooker atau youtuber atau sejenis, seperti saya ini, malu dibilang ulama' namun gengsi dibilang qusshos.... ya sudahlah monggo apa saja yang nyaman bagi anda untuk saya. ...saya insyaAllah legowo lan narimo.
Semoga bermanfaat,
Ustadz Dr muhammad arifin badri Ma