Sabtu, 06 Juni 2026

Waspadalah wahai saudaraku, termasuk penyakit kesyirikan yang sangat mematikan, menular, dan tidak disadari adalah: menjadi hamba dunia

Waspadalah wahai saudaraku, termasuk penyakit kesyirikan yang sangat mematikan, menular, dan tidak disadari adalah: menjadi hamba dunia

Seluruh perhatiannya utk urusan dunia, mengumpulkan harta, siang malam mengamati ekonomi, senang sedihnya tergntung dunia dan harta, bahkan lebih parah tidak peduli walau rusak aqidah dan manhaj nya dikarenakan syahwatnya kpd harta, seperti menyalahkan takdir, khuruj kepada pemerintah, mengutamakan dan memuji n negri2 kafir lbh afdhal krn makmur daripada negri muslim beriman tapi kismin, bahkan menolak hadits yang jelas2 hanya krn bertentangan dengan nafsu syahwat dunia nya

penyakit syirik ini yang sudah diwanti2 Nabi kita shallallahu alaihi wa sallam yang akan menjadi cobaan dan fitnah terberat bagi umat ini

Rasulullah ﷺ bersabda:
إنَّ لكلِّ أُمَّةٍ فتنةً
"Sesungguhnya setiap umat memiliki fitnah (ujian) tersendiri"
وإنَّ فتنةَ أُمَّتي المالُ
"Dan sesungguhnya fitnah (ujian) umatku adalah harta"
(Riwayat tirmidzi)

Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memberikan ancaman yang keras bagi budak dan hamba dunia

Rasulullah ﷺ bersabda:

تعِس عبدُ الدينارِ
Celakalah budak dinar.

تعِس عبدُ الدرهمِ
Celakalah budak dirham.

تعس عبدُ الخميصةِ
Celakalah budak pakaian mewah.

تعس عبدُ الخميلةِ
Celakalah budak permadani yang indah.

تعِس وانتكَس
Celakalah dia dan terjungkallah dia.

وإذا شيكَ فلا انتقشَ
Dan apabila ia tertusuk duri, semoga ia tidak mendapatkan orang yang mencabutnya.
(HR. Al-Bukhari)

Bagaimana bisa seseorang jadi budak dan hamba harta?

Dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah beliau berkata:

صار عبدًا لها
Ia telah menjadi budak bagi harta-harta tersebut.

لأنَّ هذه الأشياء ملكته
Karena perkara-perkara itu telah menguasainya.

يرضى بحصولها، ويغضب بفواتها
Ia ridha ketika mendapatkannya dan marah ketika kehilangannya.

فصار عبدًا ذليلًا لها، هذا من وجهٍ
Maka ia menjadi seorang budak yang hina di hadapan harta tersebut. Ini dari satu sisi.

ومن وجهٍ آخر
Dari sisi yang lain,

أن هذه الأشياء الثلاثة - وقد جاء في لفظ أوسع من هذا أنها أربعة - ملكت قلبه واستولت عليه
bahwa tiga perkara ini — dan dalam riwayat lain yang lebih luas disebutkan empat perkara — telah menguasai hatinya dan mengendalikan dirinya.

حتى كانت هي فكره وعقله وإرادته
Sampai-sampai itulah yang menjadi pikiran, akal, dan kehendaknya.

وهذا هو حقيقة العبودية
Dan inilah hakikat perbudakan yang sebenarnya.

فصارت العبودية من وجهين
Maka perbudakan itu terjadi dari dua sisi.

الوجه الأول: أنه قد ذَلَّ لها بحيث يكون رضاه وغضبه تبعًا لحصولها أو عدمه
Sisi pertama: ia telah tunduk dan hina di hadapannya, sehingga rasa ridha dan marahnya bergantung pada ada atau tidaknya harta tersebut.

الوجه الثاني: أنها ملكت قلبه، بحيث تكون هي فكره وتفكيره وعقله وحركاته
Sisi kedua: harta itu telah menguasai hatinya, sehingga seluruh pikiran, renungan, akal, dan gerak-geriknya berkisar padanya.

لا يسعى إلا لها ولا يتوقف عن السعي إلا لها
Ia tidak berusaha kecuali untuk mendapatkannya, dan tidak berhenti berusaha kecuali karenanya.

وليس المعنى: أن الرجل ينصب الدينار ويسجد له، أو يركع له
Bukanlah maksudnya seseorang menegakkan dinar lalu sujud kepadanya atau rukuk untuknya.

فإن النبي صلى الله عليه وسلم لم يُردْ هذا
Karena Nabi ﷺ tidak menghendaki makna seperti itu.

(Lihat: Fath Dzi al-Jalali wal Ikram 15/162–163)