Sabtu, 06 Juni 2026

Hakikat Tawakal

Hakikat Tawakal

Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr hafizhahullah berkata:

وحقيقة التوكل هو عمل القلب وعبوديته اعتماداً على الله وثقةً به والتجاءً إليه وتفويضاً إليه ورضا بما يقضيه له ؛ لعلمه بكفايته سبحانه وحسن اختياره لعبده إذا فوَّض إليه أموره ، مع قيامه بالأسباب المأمور بها واجتهاده في تحصيلها . هذه هي حقيقة التوكل : اعتمادٌ على الله وحده لا شريك له مع فعل الأسباب المأمور بها والقيام بها دون تعدٍّ إلى فعل سببٍ غير مأمور أو سلوك طريق غير مشروع 

“Hakikat tawakal adalah amalan hati dan bentuk penghambaan hati kepada Allah, yaitu dengan bersandar kepada-Nya, percaya penuh kepada-Nya, berlindung dan kembali kepada-Nya, menyerahkan segala urusan kepada-Nya, serta ridha terhadap apa yang Dia tetapkan untuknya. Hal itu karena ia mengetahui bahwa Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi telah mencukupinya, dan bahwa pilihan Allah untuk hamba-Nya adalah pilihan yang terbaik ketika hamba tersebut menyerahkan urusannya kepada-Nya.

Namun, hal itu tetap disertai dengan menempuh sebab-sebab yang diperintahkan dan bersungguh-sungguh dalam mewujudkannya.

Inilah hakikat tawakal: bersandar hanya kepada Allah semata, tanpa sekutu bagi-Nya, disertai dengan melakukan sebab-sebab yang diperintahkan dan menjalankannya, tanpa melampaui batas dengan menempuh sebab yang tidak diperintahkan atau menempuh jalan yang tidak disyariatkan.”

Sumber: https://al-badr.net/muqolat/2489
Ustadz muadz mukhadasin