.:: PRINSIP BERAGAMA DUA ABDUL AZIZ ::.
Sosok pertama: Al-Imam 'Abdul 'Aziz bin 'Abdillah bin Baaz -rahimahullaah-.
Di kitab Majmuu' Fataawaa-nya (IV/353) beliau menegaskan:
وَلَا شَكَّ أَنَّ الْحَقَّ لَا يُرْتَبَطُ بِالْمَذْهَبِيَّةِ كَمَا أَنَّهُ لَا يُعْرَفُ بِالرِّجَالِ ، وَإِنَّمَا الرِّجَالُ يُعْرَفُوْنَ بِهِ
"Sudah dipastikan bahwa kebenaran dalam beragama ini tidak terikat dengan merujuk kepada madzhab tertentu, sebagaimana kebenaran tersebut tidak dikenali melalui sosok-sosok personal tertentu.
Akan tetapi justru, melalui kebenaran dalam beragama inilah, orang-orang itu bisa dikenali."
Di bagian lain (IV/166), Al-Imam 'Abdul 'Aziz -rahimahullaah- semakin menegaskan manhaj beliau yang merupakan saripati kaidah fiqih Islam. Kata beliau -rahimahullaah-:
"Adapun seputar perkara khilafiyyah, maka manhaj-ku adalah dengan melakukan tarjih (menilai mana yang terkuat) terhadap konsekuensi dari dalil yang menguatkannya. Dan berfatwa atas dasar itu. Baik itu bertepatan dengan madzhab Hanbali atau pun justru menyelisihinya. Sebab, kebenaran itu lebih berhak untuk diikuti."
Sosok kedua: As-Sultan 'Abdul 'Aziz bin 'Abdirrahman bin Faishal Alu Su'ud -rahimahullaah-.
Di kitab berjudul 'Aqiidah Asy-Syaikh Muhammad bin 'Abdil Wahhab As-Salafiyyah wa Atsaruha fil 'Alamil Islaamiy (hlm. 590), Asy-Syaikh Dr. Shalih Al-'Abud -hafizhahullaah- menukilkan pernyataan Raja 'Abdul 'Aziz -rahimahullaah- sebagai berikut:
هذه عقيدتنا في الكتب التي بين أيديكم، فإن كان فيها ما يخالف كتاب الله، فردونا عنه، والحكم بيني وبينكم كتاب الله وما جاء في كتب الحديث والسنة، إننا لم نطع (ابن عبد الوهاب) وغيره إلا فيما أيدوه بقول من كتاب الله وسنة رسوله، وقد جعلنا الله أنا وآبائي وأجدادي مبشرين بالكتاب والسنة، وما كان عليه السلف الصالح، ومتى وجدنا الدليل القوي في أي مذهب من المذاهب الأربعة، رجعنا إليه وتمسكنا به
"Inilah 'aqidah kami yang tertuang di buku yang ada di tangan kalian! Apabila di dalamnya ada sesuatu yang menyelisihi Kitabullah (Al-Qur`an), maka tolaklah! Putusan hukum yang berlaku antara diriku dengan diri-diri kalian adalah Kitabullah (Al-Qur`an) beserta keterangan yang ada di kitab-kitab Hadits dan Sunnah.
Sesungguhnya kami tidak mengikuti Muhammad bin 'Abdil Wahhab dan selain beliau melainkan sebatas perkataan mereka yang dikuatkan dari Kitabullah (Al-Qur`an) dan Sunnah Rasul-Nya.
Allah telah jadikan diri kami, ayah-ayah kami, dan kakek-kakek kami sebagai orang-orang yang menyeru dan mengajarkan Al-Qur`an dan As-Sunnah berikut apa yang ditetapi oleh para Salafush shalih!
Jadi, kapan pun kami dapati "dalil yang kuat" -dalam madzhab mana saja dari keempat madzhab yang ada-, maka kami merujuk kepadanya dan kami berpegang-teguh dengannya!!"
Dinukil dari kitab: Innahaa Salafiyyatul 'Aqiidah wal Manhaj (hlm. 50-51) karya Fadhilatusy Syaikh 'Ali bin Hasan Al-Halabi -rahimahullaah-.