Selasa, 09 Juni 2026

ZAMAN_FITNAH#ZAMAN_SEMUA_BICARA#PERHATIKANLAH_NASEHAT_ULAMA_KITA

#ZAMAN_FITNAH
#ZAMAN_SEMUA_BICARA
#PERHATIKANLAH_NASEHAT_ULAMA_KITA

Berkata As Syaikh Al Imam Muqbil bin Hadi Al Wadi'iy rahimahullah :

نَحْنُ فِي زَمَنِ الفِتَنِ وَلَا يَنْقُذُنَا مِنَ الفِتَنِ إِلَّا اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى ثُمَّ العِلْمُ النَّافِعُ

"Kita sekarang di zaman fitnah, dan tidak ada yang bisa menyelamatkan kita dari fitnah kecuali Allah kemudian ilmu yang bermanfaat". (Qam'ul mu'anid 2/370).

Hendaknya kita menyibukkan diri dengan belajar dan bermajlis ilmu, karena lebih utama dari shalat sunnah,. Berkata Al Imam As Syafi'iy rahimahullah :

طَلَبُ العِلْمِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ النَّافِلَةِ

"Menuntut ilmu lebih utama dari pada shalat sunnah". (Syifa'ul 'iy bi tahqiq Musnad As Syafi'iy hal. 1/44 -tahqiq Syaikhi Al Walid Abu 'Umair Al Mishri Al Atsariy hafidzahullah, taqdim As Syaikh Al 'Allamah Muqbil Al Wadi'iy rahimahullah).

Maka Wajib bagi kita untuk sadar diri dengan kapasitas keilmuan masing masing, tidak boleh "nyerobot" yang bukan haknya untuk bicara dalam permasalahan ilmu, terlebih zaman fitnah dan berkaitan dengan kehormatan orang orang yang memiliki ilmu.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah :

وَالإنْسَانُ لَيسَ لَهُ أَنْ يَتَكَلَّمَ بِلَا عِلْمٍ لَا فِي النَّفِي، وَلَا فِي الإِثبَاتِ وَلَو سَكَتَ مَنْ لَا يَدْرِي، قَلَّ الخِلَافُ

"Manusia tidak boleh berbicara tanpa ilmu dalam hal menafikan atau menetapkan sesuatu. Seandainya orang yang tidak punya ilmu itu diam, niscaya perbedaan akan sedikit". (Jami' Al Masaail 7/389).

Sibukkan dengan ilmu dan majlisnya, jangan mengurusi yang bukan urusan kita. sebagaimana wasiat Syaikhu masyayikhina -Syaikh Muqbil Al Wadi'iy- rahimahullah :

وَأَنَا أَنْصَحُ طَلبَةَ العِلْمِ ألَّا يُشْغِل أَنْفسَهُم بالحُكَّامِ وَأَن يُقبِلُوا عَلَى العلْمِ النَّافِع. وَهُم لَا يُشاوِرُونَ أَهلَ العِلمِ فِي قَضَايَاهُم، فَلمَاذَا نُشغِلُ أَنفُسَنَا بِهَذَا الأَمْرِ؟! 

"Dan ana nasehatkan kepada para penuntut ilmu agar tidak menyibukkan diri mereka dengan (urusan) pemerintah, tapi sibukkanlah untuk ilmu yang bermanfaat. mereka (penguasa) tidak mengajak musyawarah para ulama dalam urusan mereka, kenapa kita harus menyibukkan diri dalam urusan mereka?!". (Al asilah al yamaniyah hal. 66)

Juga nasehat beliau rahimahullah :

الَّذِي نَنصَحُ بِهِ كُّل طَالِبِ عِلْمٍ أَنْ  لَا يَكُونَ رَأْس فِتْنةٍ

"Kami nasehatkan kepada semua penuntut ilmu, Janganlah menjadi pemimpin (gembong)nya fitnah". (Al Imam Al Alma'iy Muqbil Al Wadi'iy, hal. 250).

Semoga Allah menjaga kita dari segala fitnah dan syubhat, serta dakwah tauhid dan sunnah menyebar ke seluruh penjuru nusantara,.-آمين-

📝WaAllahu A'lam
Solo/30/07/2019.