Jumat, 12 Juni 2026

Mengapa "Alhamdulillah" Adalah Sebaik-Baik Doa?

Mengapa "Alhamdulillah" Adalah Sebaik-Baik Doa?

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu'anhu, bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:

أفضلُ الذكرِ لا إله إلا اللهُ وأفضلُ الدعاءِ الحمدُ للهِ

"Sebaik-baik dzikir adalah: laa ilaaha illallah. Sebaik-baik doa adalah: alhamdulillah" (HR. at-Tirmidzi no.3383, Ibnu Majah no.3800, an-Nasa'i no.10667, dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih at-Targhib no.1526).

Ath-Thibbi rahimahullah menjelaskan:

لِأَنَّ الدُّعَاءَ عِبَارَةٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ، وَأَنْ يَطْلُبَ مِنْهُ حَاجَتَهُ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ يَشْمَلُهُمَا فَإِنَّ مَنْ حَمِدَ اللَّهَ يَحْمَدُهُ عَلَى نِعْمَتِهِ، وَالْحَمْدُ عَلَى النِّعْمَةِ طَلَبُ الْمَزِيدِ وَهُوَ رَأْسُ الشُّكْرِ

“Karena doa itu merupakan ungkapan mengingat Allah dan meminta kepada-Nya akan kebutuhan-kebutuhan seseorang. Sedangkan ucapan "Alhamdulillah" mencakup keduanya. Sebab orang yang mengucapkan alhamdulillah, berarti ia memuji Allah atas nikmat-Nikmat-Nya. Dan pujian atas nikmat merupakan permintaan tambahan nikmat, dan itulah inti dari syukur” (Mirqatul Mafatih, 4/1598).

Sebagaimana firman Allah Ta‘ala:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

“Jika kalian bersyukur, niscaya Aku benar-benar akan menambah nikmat kalian.” (QS. Ibrahim: 7).

Wallahu a'lam. 

Fawaid Kangaswad | Support Media Dakwah Kami: trakteer.com/kangaswad