*LEBIH PEDULI KESULITAN DUNIA DARIPADA KEMUNDURAN AGAMA*
*غلاء الأسعار و كأنه يتحدث عن عصرنا*
✏قال ابن مفلح الحنبلي -رحمه الله تعالى-قبل سبعة قرون :
« من عجيب ما رأيت ونقدت من أحوال النَّاس :
كثرة ما ناحوا على خراب الدِّيار ، والتَّحسُّر على قلة الأرزاق ، وذمِّ الزَّمان وأهله ، وذِكرِ نكد العيش فيه ، والحديث عن غلاء اﻷسعار، وهم قد رأوا من انهدام الإسلام والبعد عن المساجد وموت السُّنن ، وتفشي البدع ، وارتكاب المعاصي ، والمجاهرة بها ، فلا أجد منهم من ناح على دينه ، ولا بكى على تقصيره ، ولا أسى على فائت دهره ، *وما أرى لذلك سببًا -أي ما حلَّ بهم- إلاَّ قلَّة مبالاتهم بدين اﻹسلام ، وعِظمِ الدُّنيا في عيونِهم».
📚[الآداب الشَّرعية 3 / 240 ]•
منقول
*"Mahalnya harga-harga, seakan-akan beliau berbicara tentang zaman kita"*
✏ *Ibnu Muflih Al-Hanbali -rahimahullah ta’ala- berkata 7 abad yang lalu:*
«Di antara hal yang paling menakjubkan yang pernah aku lihat dan aku teliti dari keadaan manusia:
Banyaknya mereka yang meratapi hancurnya rumah-rumah, menyesali sedikitnya rezeki, mencela zaman dan penduduknya, menyebutkan susahnya hidup di dalamnya, dan membicarakan mahalnya harga-harga.
Padahal mereka telah melihat runtuhnya Islam, jauhnya dari masjid-masjid, matinya sunnah-sunnah, tersebarnya bid’ah, dilakukannya kemaksiatan, dan berani menampakkannya secara terang-terangan.
Maka aku tidak mendapati di antara mereka ada yang meratapi agamanya, tidak menangis karena kelalaiannya, dan tidak bersedih atas luputnya umurnya.
_Dan aku tidak melihat sebab untuk apa yang menimpa mereka ini -yakni apa yang menimpa mereka-_ kecuali karena sedikitnya perhatian mereka terhadap agama Islam, dan besarnya dunia di mata mereka».
📚 [Al-Aadaab Asy-Syar’iyyah 3/240] •