Selasa, 09 Juni 2026

Syubhat Ketiga Belas:Salafiyyun Adalah Antek-antek Musuh Allah dan Kaki Tangan Penguasa yang Zhalim

Syubhat Ketiga Belas:
Salafiyyun Adalah Antek-antek Musuh Allah dan Kaki Tangan Penguasa yang Zhalim

“Sesungguhnya sejarah Ahlus Sunnah Salafiyyin sangat bersih dari semua tuduhan yang keji ini. Bagaimana bisa mereka dituduh sebagai antek-antek (pelayan setia) musuh Allah (baca: Yahudi dan Nasrani), sedang Salafiyyin siang dan malam menyeru manusia kepada Kitabullah, Sunnah Rasulullah, dan manhaj para Shahabat yang mulia? Padahal mereka dapati di dalam Al-Qur-an firman Allah Ta’ala:

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka...”
(QS. Al-Baqarah: 120)

Dan firman Allah تبارك وتعالى:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ...
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman (setiamu)...” (QS. Al-Maa-idah: 51)

Dan ayat-ayat lainnya yang senada.

Demikian pula nash-nash yang banyak dari As-Sunnah memberikan peringatan agar berhati-hati dari mengikuti cara Yahudi dan Nasrani. Rasulullah ﷺ bersabda,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ. قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى؟ قَالَ: فَمَنْ؟
“Sesungguhnya, kalian akan mengikuti cara-cara orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta hingga seandainya mereka masuk ke lubang biawak pun kalian akan mengikutinya.” Kami berkata, “Wahai Rasulullah! Apakah Yahudi dan Nasrani?” beliau menjawab, “Siapa lagi (kalau bukan mereka).” [Shahih: HR. al-Bukhari (no. 3456) dan Muslim (no 2669) lafadz ini milik Muslim, dari Sahabat Abu Sa'id Al-Khudri]

Syaikh ‘Abdurrahman bin Qasim رحمه الله berkata, “Lafazh ini meskipun bentuknya berupa kabar namun maknanya ialah larangan mengikuti mereka (Yahudi dan Nasrani).” [Hasyiyah Kitabut Tauhid (hlm. 178)]

Dakwah ini bisa tegak dan istiqamah, dengan mendakwahkan dakwah tauhid dan selalu memperingatkan manusia dari bahaya perangkap-perangkap Yahudi dan Nasrani dan selain mereka dari orang-orang kafir dan munafik, hal itu dengan mengajak manusia kepada agama Allah yang lurus, yang Allah تبارك وتعالى firmankan,

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang merugi.” (QS. Ali ‘Imran: 85)

Kita katakan: Sesungguhnya kedustaan yang dilontarkan ini cukup dibantah dengan menjelaskan kedendaman orang yang melontarkannya terhadap dakwah Islam. Karena mengajak kepada Salafiyyah berarti mengajak kepada Islam yang murni yang diwariskan dari Nabi kita Muhammad ﷺ.

Inilah dakwah Salafiyah mengajak manusia kepada kebaikan, maka dimana bentuk melayani musuh Allah? Apakah firman Allah dan Sunnah Rasulullah ﷺ yang mereka ajarkan kepada manusia kalian anggap sebagai pelayanan terhadap Amerika? Apakah mengajak manusia kepada ‘aqidah yang shahih dan Sunnah Nabi yang suci sebagai bentuk pelayanan terhadap mereka? Apakah kalian menganggap bahwa memperingatkan manusia dari bahaya syirik dan bid’ah serta berbagai macam kejahatan termasuk bentuk pelayanan terhadap mereka? Semua tuduhan-tuduhan ini hanyalah keluar dari para ahlul bid’ah dan orang-orang yang bermanhaj menyimpang dari agama Islam yang lurus ini.

Maka pada hakikatnya siapakah sebenarnya yang menjadi antek-antek dan kaki tangan musuh Allah? Ini yang pertama,

Adapun yang kedua: perkataan mereka bahwa Ahlus Sunnah adalah ulama penjilat penguasa (raja), dan perkataan yang semisalnya.

Kita jawab: Siapakah yang mempercayakan penguasa melalui Majelis/Dewan Perwakilan Rakyat dengan memuji undang-undang yang menyelisihi syari’at di dalamnya?

Siapakah yang berfatwa tentang bolehnya demokrasi dan pemilihan umum serta menjadikannya sebagai bagian dari agama??

Siapakah yang menghadiri peringatan-peringatan yang di dalamnya terdapat tarian dan musik??

Bukankah ini semua ada pada kalian wahai para da’i penyeru demokrasi??

Adapun Ahlus Sunnah wal Jama’ah, mereka tidak menempatkan satu masalah syari’at untuk tujuan duniawi dan tidak menjilat kepada penguasa dan mereka memberikan nasihat tanpa menimbulkan fitnah, kegoncangan, ketidakstabilan, penculikan, demonstrasi dan yang sepertinya. Bahkan mereka berpendapat wajibnya mendengar dan taat kepada penguasa (ulil amri) pada saat semangat maupun tidak, pada saat senang maupun susah, demikian pula dalam keadaan yang tidak disukai. Tidak merebut kekuasaan penguasa, tetapi mereka membantu dalam kebaikan dan menasihatinya apabila menyimpang dari kebenaran, serta mendo’akan mereka agar mendapatkan taufiq, kebaikan, dan tetap tegak di atas setiap kebajikan. 

Inilah prinsip Ahlus Sunnah. Lantas di manakah tuduhan kalian bahwa mereka adalah kaki tangan, spionase, intel, dan mata-mata penguasa yang zhalim? Akan tetapi, bisa saja penyakitnya ada pada kalian, yaitu kalian ingin memalingkan manusia, khususnya para pemuda, dari para ulama Ahlus Sunnah dengan segala cara yang kalian sanggupi, akan tetapi Allah Ta’ala akan tetap menolong tentara-Nya atas orang-orang yang zhalim, 

Allah Ta’ala berfirman,
وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

“Dan mereka membuat tipu daya, maka Allah membalas tipu daya mereka. Dan Allah sebaik-baik pembuat tipu daya.” (QS. Ali ‘Imran: 54) [Lihat Irsyaadul Bariyyah (hal. 149-153) dengan sedikit perubahan.]

Mulia Dengan Manhaj Salaf, Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawwas -rahimahulla-, (hlm. 499-503) 

Dika Wahyudi