Sabtu, 13 Juni 2026

Tafsir Ibnu Katsir** pada bagian pembahasan surah Ali 'Imran ayat 102.

Https://www.islamweb.net/ar/library/content/49/274/%D8%AA%D9%81%D8%B3%D9%8A%D8%B1-%D9%82%D9%88%D9%84%D9%87-%D8%AA%D8%B9%D8%A7%D9%84%D9%89-%D9%8A%D8%A7-%D8%A3%D9%8A%D9%87%D8%A7-%D8%A7%D9%84%D8%B0%D9%8A%D9%86-%D8%A2%D9%85%D9%86%D9%88%D8%A7-%D8%A7%D8%AA%D9%82%D9%88%D8%A7-%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87-%D8%AD%D9%82-%D8%AA%D9%82%D8%A7%D8%AA%D9%87-


 **Tafsir Ibnu Katsir** pada bagian pembahasan surah Ali 'Imran ayat 102. 
**"Tafsir Firman Allah Ta'ala: *'Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya...'* "**
### Isi Lengkap dan Terjemahan Tafsir Ayat Tersebut (Ali 'Imran: 102):
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
> *“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”*
Berikut adalah poin-poin penjelasan Tafsir Ibnu Katsir dari halaman tersebut:
#### 1. Makna "Sebenar-benar Takwa" (حَقَّ تُقَاتِهِ)
Ibnu Katsir menukil beberapa riwayat dari para sahabat mengenai maksud dari kalimat ini:
 * **Riwayat dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu:** Rasulullah ﷺ atau Ibnu Mas'ud menjelaskan bahwa makna sebenar-benar takwa adalah:
   > أَنْ يُطَاعَ فَلَا يُعْصَى، وَيُذْكَرَ فَلَا يُنْسَى، وَأَنْ يُشْكَرَ فَلَا يُكْفَرَ
   > *“Dia (Allah) ditaati dan tidak didurhakai, diingat (dizikirkan) dan tidak dilupakan, serta disyukuri dan tidak diingkari nikmat-Nya.”*
   > 
 * **Riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma:** Maknanya adalah bersungguh-sungguh di jalan Allah demi kebenaran tanpa merasa takut terhadap celaan orang yang mencela, serta menegakkan keadilan meskipun terhadap diri sendiri, orang tua, maupun anak-anak.
#### 2. Apakah Ayat Ini Dihapus (Mansukh)?
Sebagian ulama masa lalu berpendapat bahwa ayat ini berat dilaksanakan, lalu hukumnya dinasakh (dihapus/digantikan) oleh firman Allah dalam Surah At-Taghabun ayat 16:
> فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
> *“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.”*
Namun, **Ibnu Katsir menegaskan pendapat yang lebih kuat**, yaitu ayat ini **tidak dihapus (bukan mansukh)**. Justru ayat dalam Surah At-Taghabun berfungsi sebagai **penjelas (tafsir)**. Artinya, maksud dari "sebenar-benar takwa" adalah mengerahkan seluruh kemampuan dan kesanggupan maksimal yang dimiliki oleh seorang hamba dalam bertakwa kepada Allah.
#### 3. Larangan Mati Kecuali dalam Keadaan Muslim
Firman Allah: *“Dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”*
Maknanya adalah jagalah Islam kalian semasa kalian sehat dan hidup, agar kelak kalian diwafatkan oleh Allah dalam keadaan menetapi Islam. Sebab, ada sebuah kaidah moral yang berbunyi:
> مَنْ عَاشَ عَلَى شَيْءٍ مَاتَ عَلَيْهِ، وَمَنْ مَاتَ عَلَى شَيْءٍ بُعِثَ عَلَيْهِ
> *“Barangsiapa yang hidup terbiasa di atas suatu kebiasaan, ia akan mati di atas kebiasaan tersebut. Dan barangsiapa yang mati di atas suatu keadaan, ia akan dibangkitkan dalam keadaan tersebut.”*
Oleh karena itu, manusia diperintahkan untuk konsisten (istiqamah) di atas keimanan dan ketakwaan sepanjang hidupnya agar mendapatkan akhir yang baik (*husnul khatimah*).