Al-Imam Ibnu 'Abdi Al-Barr Al-Maaliki berkata dalam At-Tamhiid Syarh Al-Muwaththa' (7/135-136):
“Adapun argumentasi mereka bahwa ‘jika Allah berada di suatu tempat, maka Dia akan menyerupai makhluk, karena segala sesuatu yang dilingkupi dan dicakup oleh tempat adalah makhluk’, maka ini adalah sesuatu yang tidak mesti (tidak mengharuskan demikian) dan tidak memiliki makna yang benar. Sebab Dia Yang Mahamulia dan Mahaagung tidak ada sesuatu pun dari makhluk-Nya yang serupa dengan-Nya, dan Dia tidak dapat diqiyaskan dengan sesuatu pun dari ciptaan-Nya. Dia tidak dapat dijangkau dengan qiyas dan tidak boleh diukur dengan manusia. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia.
Dia telah ada sebelum segala sesuatu, kemudian Dia menciptakan tempat-tempat, langit-langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya. Dan Dia tetap ada setelah segala sesuatu, serta Dia adalah Pencipta segala sesuatu, tiada sekutu bagi-Nya.
Kaum Muslimin dan setiap orang yang berakal telah mengatakan bahwa kita tidak dapat membayangkan adanya sesuatu yang eksis namun tidak berada di suatu tempat menurut pengalaman kita. Dan sesuatu yang tidak berada di suatu tempat, maka menurut kebiasaan yang kita kenal ia adalah ketiadaan.
Padahal telah sahih dalam akal dan tetap dengan dalil yang jelas bahwa Allah ada sejak azali tanpa berada di suatu tempat, dan Dia bukanlah sesuatu yang tidak ada. Maka bagaimana mungkin Dia diqiyaskan kepada sesuatu dari makhluk-Nya, atau dilakukan perumpamaan dan penyerupaan antara Dia dan mereka?
Mahatinggi Allah dari apa yang dikatakan oleh orang-orang zalim itu dengan ketinggian yang sebesar-besarnya.
(Zat) yang tidak mungkin dicapai hakikat sifat-Nya kecuali sebatas apa yang Dia sifatkan untuk diri-Nya sendiri, atau yang disifatkan oleh nabi dan rasul-Nya, atau yang telah disepakati oleh umat yang lurus (umat hanif) tentang-Nya.”
وَأَمَّا احْتِجَاجُهُمْ لَوْ كَانَ فِي مَكَانٍ لَأَشْبَهَ الْمَخْلُوقَاتِ لَأَنَّ مَا أَحَاطَتْ بِهِ الْأَمْكِنَةُ وَاحْتَوَتْهُ مَخْلُوقٌ فَشَيْءٌ لَا يَلْزَمُ وَلَا مَعْنَى لَهُ لِأَنَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ مِنْ خَلْقِهِ وَلَا يُقَاسُ بِشَيْءٍ مِنْ بَرِيَّتِهِ لَا يُدْرَكُ بِقِيَاسٍ وَلَا يُقَاسُ بِالنَّاسِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ كَانَ قَبْلَ كُلِّ شيء ثم خلق الأمكنة والسموات وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا وَهُوَ الْبَاقِي بَعْدَ كُلِّ شَيْءٍ وَخَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ لَا شَرِيكَ لَهُ وَقَدْ قَالَ الْمُسْلِمُونَ وَكُلُّ ذِي عَقْلٍ أَنَّهُ لَا يَعْقِلُ كَائِنٌ لَا فِي مَكَانٍ مِنَّا وَمَا لَيْسَ فِي مَكَانٍ فَهُوَ عَدَمٌ وَقَدْ صح في
الْمَعْقُولِ وَثَبَتَ بِالْوَاضِحِ مِنَ الدَّلِيلِ أَنَّهُ كَانَ فِي الْأَزَلِ لَا فِي مَكَانٍ وَلَيْسَ بِمَعْدُومٍ فَكَيْفَ يُقَاسُ عَلَى شَيْءٍ مِنْ خَلْقِهِ أَوْ يَجْرِي بَيْنَهُ وَبَيْنَهُمْ تَمْثِيلٌ أَوْ تَشْبِيهٌ تَعَالَى اللَّهُ عَمَّا يَقُولُ الظَّالِمُونَ عُلُوًّا كَبِيرًا الَّذِي لَا يَبْلُغُ مِنْ وَصْفِهِ إِلَّا إِلَى مَا وَصَفَ بِهِ نَفْسَهُ أَوْ وَصَفَهُ بِهِ نَبِيُّهُ وَرَسُولُهُ أَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَيْهِ الْأُمَّةُ الْحَنِيفِيَّةُ عَنْهُ
Ustadz noor akhmad setiawan