PENJELASAN SYAIKH UTSAIMIN TENTANG UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU ISLAM
Setiap kali memasuki tahun baru Islam, perdebatan mengenai boleh atau tidaknya mengucapkan selamat tahun baru hijriyyah dan saling mendoakan kembali mencuat.
Sebenarnya, ketika argumen disampaikan dengan baik dan tanpa merendahkan pihak yang berbeda pendapat, suasana diskusi akan menjadi lebih membangun.
Ini tidak hanya memperkaya khazanah pengetahuan kita, tetapi juga menjaga hubungan baik antar sesama. Tak ada yang merasa tersinggung atau dirugikan oleh hujatan dan celaan.
Dalam artikel ini, kami menyajikan penjelasan dari para ulama yang dikutip dari fatwa-fatwa mereka mengenai ucapan selamat dan doa tahun baru. Semoga yang sedikit ini dapat menambah wawasan kita semua. Barakallahu fiikum.
-----------
Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsamin pernah ditanya dalam Liqo' Bab Al Maftuh No 93 tahun 1415 H
فضيلة الشيخ: ما رأيكم في تبادل التهنئة في بداية العام الهجري الجديد؟
Fadhilatus Syaikh, apa pendapatmu dengan saling mengucapkan selamat tahun baru hijriyah?
Beliau menjawab
أرى أن بداية التهنئة في قدوم العام الجديد لا بأس بها ولكنها ليست مشروعة بمعنى: أننا لا نقول للناس: إنه يسن لكم أن يهنئ بعضكم بعضاً، لكن لو فعلوه فلا بأس
Aku berpendapat tidak mengapa memulai mengucapkan selamat tahun baru, akan tetapi ini tidak disyariatkan. Maksudnya, kita tidak mengatakan kepada manusia bahwa disunnahkan bagi kalian untuk saling mengucapkan selamat. Akan tetapi kalau dilakukan, ya tidak ada masalah.
وإنما ينبغي له أيضاً إذا هنأه في العام الجديد أن يسأل الله له أن يكون عام خيرٍ وبركة فالإنسان يرد التهنئة.
Hanya saja, lebih baik kalau dia mengucapkan selamat tahun baru, dia meminta kepada Allah agar tahun ini menjadi tahun kebaikan dan keberkahan, dan kemudian hendaknya ucapan selamat itu dibalas.
هذا الذي نراه في هذه المسألة، وهي من الأمور العادية وليست من الأمور التعبدية.
Ini pandangan kami terhadap masalah ini, ini masalah adat tradisi saja, bukan masalah ta'abudiyyah (ibadah yg diatur syariat -pen).
Demikian yang dinukil dari fatwa beliau rahimahullah.
Sebagai tambahan, terdapat atsar dari sebagian sahabat tentang doa kebaikan saat memasuki tahun baru.
Asy Syaikh Shalih Al Ushaimi pernah menyampaikan sebuah atsar yang diriwayatkan oleh Al Baghawi dalam Mu'jamus Shahabah dari Abdullah bin Hisyam,
كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَتَعَلَّمُونَ هَذَا الدُّعَاءَ كَمَا يَتَعَلَّمُونَ القُرآنَ إِذَا دَخَل الشَّهْرُ أَوِ السَّنَةُ: اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ، وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ، وَالْإِسْلَامِ، وَجوار مِنَ الشَّيْطَانِ، وَرِضْوَانٍ مِنَ الرَّحْمَنِ
Para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mempelajari doa ini sebagaimana mereka mempelajari Al Quran. Apabila mereka memasuki bulan atau TAHUN YANG BARU, mereka berdoa...
اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ، وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ، وَالْإِسْلَامِ، وَجوار مِنَ الشَّيْطَانِ، وَرِضْوَانٍ مِنَ الرَّحْمَنِ
Allahumma adkhilhu alaina bil amni wal imaan, wassalamati wal islaam, wa jiwaarin minasy syaithan, wa ridhwaanin minar Rahmaan
Ya Allah, masukkanlah bulan/tahun ini kepada kami dengan disertai keamanan dan keimanan, keselamatan dan keislaman, perlindungan dari syaithan dan keridhaan dari Ar Rahmaan.
Sanadnya atsar ini shahih insyaAllah, diishahihkan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Al Ishobah (6/407-408).
Demikian semoga dapat menambah wawasan keilmuan kita.
Akhukum,
Wira Bachrun.