Di antara nikmat Allah bagi manusia adalah Dia menganugerahkan taufik kepadanya untuk bersesuaian (taat) dengan syariat. Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah nikmat yang paling besar; karena bersesuaian dengan syariat itu mengandung makanan (nutrisi) bagi badan sekaligus ruh. Sedangkan nikmat-nikmat fisik (duniawi) lainnya, di dalamnya hanya ada makanan untuk badan saja.
Terlebih lagi, nikmat fisik tersebut terkadang bisa menjadi kebaikan bagi manusia dan terkadang bisa menjadi keburukan. Sebab, di antara hamba-hamba Allah ada orang yang jika Allah buat dia kaya, maka kekayaan itu akan merusaknya; dan di antara mereka ada yang jika Allah buat dia miskin, maka kemiskinan itu akan merusaknya.
📖 (Al-Ta'liq 'ala Sahih al-Bukhari, Jilid 2, Halaman 620)
#Ibnu_Utsaimin