Sabtu, 20 Juni 2026

Penuturan Syaikh Muhammad Ali Adam Al-Ityubi Meninggalkan Fanatisme Madzhab dan Asy'ariyyah.

"قال الشيخ ماهر بن ياسين الفحل -حفظه الله-: 
شيخ الإسلام زكريا الأنصاري -رحمه الله- 
له كتاب من خيار المصنفات، يهتم بالجانب الفقهي، اسمه: "منحة الباري بشرح صحيح البخاري".
 وهذا الكتاب أشرتُ على ابن أخي -وهو دكتور في النحو- أن يستخرج المسائل النحوية منه، فكتب أطروحته بعنوان: "التأويل النحوي عند الحافظ زكريا الأنصاري"، وقد نوقشت الرسالة وحصل على درجة الامتياز بحمد الله تعالى)."

#مجالس_صحيح_البخاري
 #أعلام_الأمة 
#محدثين 
#فقهاء 
#مفسرين
ملاحظة 👇👇
https://www.facebook.com/share/p/17p4tU41q3/

Penuturan Syaikh Muhammad Ali Adam Al-Ityubi Meninggalkan Fanatisme Madzhab dan Asy'ariyyah.

Beliau rahimahullah berkata:

"Di antara karunia Allah kepadaku adalah Dia menanamkan kecintaan pada ilmu hadits di dalam diriku sejak kecil. Dulu ketika aku masih kecil, saat ayahku sedang membaca Shahih Al-Bukhari, aku bersembunyi di balik dinding agar bisa mendengar bacaan sang qari. Hatiku pun bergetar penuh kerinduan setiap kali mendengar Shahih Al-Bukhari. Selama aku mempelajari ilmu-ilmu yang disebutkan itu, aku selalu mencari hadits yang shahih agar aku bisa mengamalkannya.
Maka aku pun mengangkat kedua tanganku saat rukuk dan gerakan lainnya, padahal madzhab di daerah kami adalah madzhab Hanafi yang para pengikutnya tidak mempedulikan pengamalan hadits yang menyelisihi madzhab.

Tatkala aku berhijrah ke Makkah, dan mulai belajar di Ma'had Al-Haram, serta menelaah kitab-kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, semoga Allah merahmati mereka, aku menemukan di dalamnya hal-hal yang bertentangan dengan kitab-kitab akidah yang ditetapkan di negara kami. Maka aku pun mulai berjalan di atas manhaj (metode) yang telah aku tempuh sebelumnya, yaitu mengikuti apa yang shahih dalilnya. Lalu aku mendapati bahwa apa yang ada di dalam kitab-kitab mereka itu selaras dengan nash nash (dalil-dalil) yang shahih.

Maka aku pun meninggalkan keyakinan yang dahulu aku pegang, dari apa yang aku terima dari guru-guruku yang berpemahaman Asy'ari di negara kami, dan aku melepaskan diri darinya.

Ketika aku safar kembali ke negaraku untuk mengunjungi ayahku, sebagian penduduk setempat berkata kepadaku: 'Sesungguhnya kamu telah menjadi seorang Wahabi'. Aku menjawab: 'Tidak, melainkan aku adalah pengikut nash (dalil). Dan kamu tahu persis sebelum aku pergi ke Makkah bahwa aku selalu mengikuti nash-nash yang shahih.' Ia membalas: 'Ya, aku tahu hal itu, hanya saja kamu sekarang bertambah ekstrem (keras)'. Aku katakan kepadanya: 'Tidakkah kamu tahu bahwa Imam Asy-Syafi'i ketika berada di Hijaz dan Irak memiliki sebuah madzhab, dan ketika beliau pergi ke Mesir dan menemukan banyak dalil, beliau meninggalkan madzhab lamanya, lalu membangun madzhabnya yang baru. Demikian pula aku, tatkala aku menemukan dalil-dalil yang luput (tidak diketahui) oleh penduduk negara kita, aku pun mengikutinya, dan beramal sesuai dengan konsekuensinya. Dan inilah jalan yang akan senantiasa aku tempuh di dalam hidupku selamanya, insyaallah Ta'ala.

Di antara karunia Allah kepadaku juga, Dia memberiku taufik untuk menyusun kitab-kitab yang bermanfaat bagi para penuntut ilmu, terkhusus kitab-kitab di bidang hadits."

(Biografi Syaikh yang ditulis dengan penanya sendiri)
https://www.facebook.com/share/1Ck5mC2JJw/