Puasa asyuro tidak sesulit puasa romadhon, berkata Syekh Abdul Aziz Bin Baz rahimahullah;
أما تحري ليلة عاشوراء فهذا أمر ليس باللازم؛ لأنه نفل ليس بالفريضة، فلا يلزم الدعوة إلى تحري الهلال؛ لأن المؤمن لو أخطأه فصام بعده يومًا وقبله يومًا لا يضره ذلك، وهو على أجر عظيم. ولهذا لا يجب الاعتناء بدخول الشهر من أجل ذلك؛ لأنه نافلة فقط.
Adapun mencari/meneliti dengan cermat malam Asyura, maka hal ini bukanlah suatu keharusan. Karena puasa Asyura hukumnya sunnah, bukan fardhu/wajib. Maka tidak perlu mengajak orang-orang untuk mengamati hilal.
Sebab, seandainya seorang mukmin keliru dalam menentukannya, lalu dia berpuasa sehari setelahnya dan sehari sebelumnya, maka hal itu tidak memudaratkannya, dan dia tetap mendapat pahala yang besar.
Oleh karena itu, tidak wajib bersungguh-sungguh memperhatikan masuknya bulan Muharram untuk hal tersebut, karena puasa Asyura hanya amalan nafilah/sunnah saja.
Ustadz mukhlis biridho
https://www.facebook.com/share/1D2cS1ZsFV/