Jumat, 06 Maret 2026

SYIAH LEBIH BURUK DARI KHAWARIJ

SYIAH LEBIH BURUK DARI KHAWARIJ

Syaikh Msyhur Hasan Salman -hafidzahullah- ditanya.

Pertanyaan:
Bukankah Rafidhah (Syiah Rafidhah) juga mengucapkan Lā ilāha illallāh? Apakah membunuh mereka mendapatkan pahala seperti membunuh Khawarij, atau lebih besar, atau tidak?

Jawaban:
Saya sudah jelaskan panjang lebar sebelumnya bahwa kita tidak mengkafirkan hanya karena sebuah nama atau label. Syiah itu memiliki berbagai tingkatan. Guru kami, Muhammad Nasiruddin al-Albani pernah mengatakan sebuah ungkapan:
“Kami tidak mengkafirkan secara borongan atau hanya karena nama, tetapi kami mengkafirkan berdasarkan hakikatnya.”

Jadi yang menjadi ukuran adalah hakikat dan makna, bukan sekadar lafaz dan nama.
Imam  al-Nasa'i dan Al-Hakim dan selain mereka pernah dituduh memiliki kecenderungan kepada Syiah.

Adapun Rafidhah yang bekerja untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin, serta yang meyakini bahwa:
1. Kitab Allah tidak lengkap dan kurang sempurna.
2. Mereka beribadah kepada tokoh-tokoh tertentu dan berhaji kepada mereka.
3. Mereka meyakini bahwa tawaf di sebagian kuburan Ahlul Bait lebih dicintai Allah daripada tawaf di Ka’bah, bahkan mereka mengatakan: Tawaf tujuh kali di salah satu kuburan Ahlul Bait lebih baik daripada tujuh kali haji.
Ini semua disebutkan dalam kitab-kitab mereka, dan ini adalah kekufuran, yaitu perkara-perkara yang kufur.
4. Demikian pula Rafidhah yang mencela para sahabat dan menuduh ibu kita Aisyah bintu Abu Bakar رضي الله عنها.

Kita tidak mengkafirkan mereka hanya karena mereka Syiah, tetapi kita mengkafirkan mereka karena ada dalil dan bukti jelas bahwa mereka menyelisihi dan menentang Kitab Allah.
Padahal Allah telah membersihkan kehormatan Aisyah dalam sepuluh ayat dalam Surah An-Nur, sementara mereka menuduhnya—na‘ūdzu billāh—berzina.

Allah berfirman:
﴿إِنَّ ٱلَّذِينَ جَآءُو بِٱلْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِّنكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَّكُم ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُم مَّا ٱكْتَسَبَ مِنَ ٱلْإِثْمِ ۚ وَٱلَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُۥ مِنْهُم لَهُۥ عَذَابٌ عَظِيمٌ﴾
(QS. An-Nur: 11)

Pertanyaan ini pernah ditanyakan kepada Ibn Taymiyyah dalam Al-Fatawa Al-Kubra, jilid 3 halaman 546. Beliau memberikan penjelasan yang bagus dengan membandingkan Rafidhah dengan Khawarij. Dan aku sudah lama berharap mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan kepada kalian perbandingan antara Rafidhah, yang para ulama telah bersepakat atas kesesatan mereka—bahkan sebagian dari mereka dihukumi kafir oleh para ulama—dengan Khawarij

Beliau berkata membandingkan antara Khawarij dan Rafidah, dan ini bagian penjelasan Rafidhah:

“Mazhab Rafidhah lebih buruk daripada mazhab Khawarij yang keluar dari agama.
Karena puncak kesesatan Khawarij adalah mengkafirkan Utsman, Ali dan para pengikut keduanya.
Sedangkan Rafidhah mengkafirkan Abu Bakar, Umar, Utsman dan mayoritas generasi pertama dari kaum Muhajirin dan Anshar. Mereka juga mengingkari sunnah Rasulullah ﷺ lebih besar daripada pengingkaran Khawarij.

Pada mereka (Rafidhah) terdapat kebohongan, kedustaan, ghuluw dan ilhad yang tidak ada pada Khawarij.
Pada mereka juga terdapat bantuan kepada orang-orang kafir untuk memerangi kaum muslimin yang tidak ada pada Khawarij.
Rafidhah mencintai bangsa Tatar dan negeri mereka.

Rafidhah membantu orang-orang musyrik, Yahudi dan Nasrani dalam memerangi kaum muslimin.
Mereka termasuk sebab terbesar masuknya bangsa Tatar sebelum mereka masuk Islam ke wilayah timur seperti Khurasan, Irak dan Syam.
Mereka termasuk orang yang paling besar membantu mereka untuk menguasai negeri-negeri Islam, membunuh kaum muslimin dan menawan para wanita mereka.

Kisah Ibnu Al-Alqami dan yang semisalnya bersama khalifah, serta kejadian mereka di Halab bersama penguasa Halab, adalah perkara yang masyhur diketahui oleh banyak orang.

Demikian pula dalam peperangan antara kaum muslimin dan Nasrani di pesisir Syam, para ahli sejarah mengetahui bahwa Rafidhah bersama orang-orang Nasrani melawan kaum muslimin.
Mereka membantu mereka dalam merebut negeri-negeri ketika bangsa Tatar datang.
Dan Rafidhah merasa berat ketika kota ‘Akka dan wilayah pesisir lainnya berhasil dibebaskan dari tangan musuh.”

Jadi Rafidhah memiliki sifat-sifat Khawarij bahkan lebih dari itu.
Realita yang kita lihat ketika mereka berkuasa juga sangat mengherankan. Irak tidak jauh dari kita. Pada suatu masa di Irak ada:
“Minggu pembersihan para dokter”
“Minggu pembersihan para insinyur”
“Minggu pembersihan para pengacara”
dan seterusnya.

Bahkan ada program komputer yang menetapkan bahwa sebagian siswa ujian akhir di Irak yang memiliki nama tertentu—nama yang biasanya hanya dipakai Ahlus Sunnah—nilai tertinggi mereka tidak boleh lebih dari 50 atau 60.
Begitu terang-terangan!

Berapa banyak kaum muslimin yang disakiti hanya karena namanya Umar!
Jika Anda mendengar langsung dari saudara-saudara kita di Irak, Anda akan menemukan kisah-kisah yang sangat mengejutkan. Jika bukan karena banyaknya dan kuatnya kesaksian mereka, mungkin orang tidak akan mempercayainya.

Kita memohon kepada Allah Yang Maha Tinggi agar menjauhkan kejahatan orang-orang jahat, makar orang-orang kafir dan para pelaku maksiat dari negeri-negeri kaum muslimin, serta agar mereka tidak diberi kekuasaan atas satu pun negeri kaum muslimin.

Sumber:
Syarh Shahih Muslim – oleh Mashhur Hasan Salman
4 Desember 2025 / 13 Jumadal Akhir 1447 H.

https://meshhoor.com/fatwa/f1310/

Alih bahasa 
Dika Wahyudi