Senin, 02 Maret 2026

Syiah Bathiniyah (Qaramithah) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan :

Syiah Bathiniyah (Qaramithah)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan :

Mereka mengklaim bahwa ajaran mereka termasuk ‘ilmu batin’, yakni termasuk jenis yang ditanyakan oleh penanya. Bahkan, lebih parah dari itu. Sebab, mereka tidak memiliki batasan dalam melakukan ilhad (penyimpangan) terhadap nama-nama Allah Ta‘ala, ayat-ayat-Nya, serta dalam menyelewengkan kalam Allah dan Rasul-Nya dari makna yang semestinya.

Tujuan mereka adalah menolak iman dan syariat Islam dengan berbagai cara, disertai sikap menampakkan diri seolah-olah perkara-perkara tersebut memiliki hakikat (makna batin) yang mereka ketahui.

Di antara bentuk penyelewengan mereka adalah penafsiran bahwa:
● ‘shalat lima waktu’ berarti mengetahui rahasia-rahasia mereka,
● ‘puasa yang diwajibkan’ berarti menyembunyikan rahasia mereka,
● ‘haji ke Baitullah’ berarti mengunjungi sebagian tokoh mereka,
● bahkan mereka menafsirkan bahwa ‘Abu Lahab’ adalah Abu Bakar dan Umar,
● dan bahwa ‘an-Naba’ al-‘Azhim’ serta ‘al-Imam al-Mubin’ adalah Ali bin Abi Thalib.

Mereka adalah kaum yang memiliki sejarah permusuhan terhadap Islam dan pemeluknya yang telah dikenal luas, dengan berbagai peristiwa yang masyhur dan tercatat dalam banyak karya tulis.

Apabila mereka memiliki kekuasaan, mereka menumpahkan darah kaum Muslimin, sebagaimana mereka pernah membunuh jamaah haji di Makkah, melemparkan mereka ke dalam sumur Zamzam, mengambil Hajar Aswad dan menahannya dalam waktu tertentu, serta membunuh para ulama dan masyayikh kaum Muslimin dalam jumlah yang tidak diketahui kecuali oleh Allah Ta‘ala.

Mereka juga telah menulis banyak karya yang memuat berbagai bentuk penyelewengan tersebut dan selainnya.

Para ulama Islam pun telah menyusun karya-karya untuk membongkar rahasia dan keyakinan tersembunyi mereka, serta menjelaskan bahwa mereka berada di atas kekufuran, zindik, dan ilhad, yang kekufurannya bahkan lebih besar daripada kekufuran Yahudi, Nasrani, dan kaum Brahmana India penyembah berhala.

Apa yang disebutkan oleh penanya hanyalah sedikit dari banyak hal yang diketahui para ulama tentang keadaan mereka.
Dan telah diketahui di sisi kami bahwa wilayah pesisir Syam ketika dikuasai oleh kaum Nasrani adalah karena mereka termasuk bagian dari tentara Nasrani tersebut. Mereka senantiasa bersama setiap musuh kaum Muslimin dalam memerangi kaum Muslimin.

📝 Majmu' Al-Fatawa, 35/150