Ibnu Taimiyyah berkata,
من نصب إماما فأوجب طاعته مطلقا اعتقادا أو حالا فقد ضل في ذلك
"Siapa yang mengangkat seorang pemimpin (imam), lalu mewajibkan ketaatan kepadanya secara mutlak, secara keyakinannya maupun kondisinya (menunjukkan hal itu), maka sungguh ia telah sesat dalam hal tersebut."
[Ref.: Majmu' al-Fatawa, vol. XIX, hlm. 19.]
Prof. Dr. Tsair 'Ali al-Hallaq berkomentar: "Kebanyakan Sahabat tidak ikut bersama Amirul Mukminin 'Ali bin Abi Thalib dalam peperangannya melawan penduduk Syam. Padahal beliau merupakan khalifah rasyid yang wajib ditaati. Hal itu karena, menurut ijtihad para Sahabat, peperangan itu termasuk perang fitnah."
☆☆☆
Saya ingin menambahkan komentar: Parahnya, belakangan ada sebagian orang kondisinya menunjukkan ketaatan mutlak kepada penguasa, dan membelanya mati-matian dengan mengatasnamakan agama. Padahal penguasa tersebut bahkan tidak berhukum dengan syariah.
Allahul musta'an.