Senin, 02 Maret 2026

KEMIRIPAN SYIAH DENGAN YAHUDI ( 2 )

KEMIRIPAN SYIAH DENGAN YAHUDI ( 2 )

YAHUDI MEYAKINI BAHWA ALLAH MENGETAHUI SESUATU SETELAH TADINYA TIDAK TAHU, BEGITU JUGA DENGAN SYIAH

Yahudi dikenal lancang terhadap Alloh Taala, mereka mengatakan bahwa Alloh menyesal tatkala memilih Saul menjadi raja bagi Bani Israil karena dia menyelisihi perintah-perintahNya, di dalam Safar Samuel disebutkan :  Dan adalah perkataan Tuhan kepada Nabi Samuel adalah :  Aku telah menyesal menjadikan Saul sebagai raja, karena dia telah kembali di belakangKu dan tidak menegakkan kalamKu   ( Al-Ishhah ke-15 paragraf 10-11 ).

Perkataan ini menunjukkan bahwa Alloh Taala tidak tahu apa yang akan terjadi dari perkara Saul, kalau seandainya tahu maka tidak akan memilihnya menjadi raja bagi Bani Israil  Maha suci Alloh dari perkataan mereka -.

Adapun orang-orang Syiah maka di antara pokok-pokok aqidah mereka yang disepakati oleh mereka adalah menetapkan sifat Bada bagi Alloh, Al-Kulaini berkata :  Tidaklah Alloh diibadahi dengan sesuatu yang seperti Bada  ( Al-Kafi 1/146 ).
Bada secara bahasa memiliki dua makna, yang pertama : nampak setelah sebelumnya tersembunyi, dan yang kedua : mencetuskan pemikiran baru ( lihat Lisanul Arab 14/66 ), dan maksud orang-orang Syiah dari kata Bada ini tidak keluar dari maknanya secara bahasa, Al-Iyasyi  seorang gembong Syiah - berkata dalam Tafsirnya 1/44 :  

{وَإِذْ وَاعَدْنَا مُوسَىٰ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً }
 
Dan (ingatlah), ketika kami berjanji kepada Musa empat puluh malam,    ( Al-Baqarah : 51 ). Abu Jafar Alaihi Salam berkata :  Adalah dalam ilmu dan takdir 30 malam kemudian nampak bagi Alloh maka Dia tambah 10 malam maka sempurnlah perjanjian Tuhannya yang awal dan akhir menjadi 40 malam .

Riwayat ini menunjukkan bahwa Alloh tidaklah mengetahui waktu perjanjian kepada Musa kecuali 30 malam, itulah yang ada pada ilmu dan takdirNya. Adapun 10 malam yang berikutnya belum diketahui oleh Alloh, bahkan lepas dari ilmu dan takdirNya  Maha suci Alloh dari perkataan mereka -. 

Keyakinan Yahudi dan Syiah ini jelas merupakan kebatilan yang nyata, karena yang haq bahwasanya Alloh Maha Mengetahui segala sesuatu yang telah terjadi, sedang terjadi dan yang akan terjadi, tidak ada satupun yang tersembunyi bagi Alloh baik di langit maupun di bumi, Alloh telah mentakdirkan  takdir-takdir para makhluk sebelum Alloh ciptakan mereka, maka penciptaan tersebut sesuai dengan takdirNya, Alloh ( berfirman:

{۞ وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ (59) وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُم بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰ أَجَلٌ مُّسَمًّى ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ (60)

 Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali dia sendiri, dan dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)".  Dan dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, Kemudian dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang Telah ditentukan, Kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.   ( Al-Anam : 59-60 ). 

Rasulullah ( bersabda :  Kunci-kunci gaib ada lima tidak ada yang mengetahuinya kecuali Alloh, tidak ada yang tahu apa yang terjadi besok kecuali Alloh, tidak ada yang tahu apa yang berkurang dari rahim-rahim kecuali Alloh, tidak ada yang tahu kapan datangnya hujan kecuali Alloh, tidak tahu jiwa di bumi manakah dia akan mati, dan tidak ada yang tahu kapan terjadinya hari kiyamat kecuali Alloh  ( Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahihnya : 4697 ).

Di antara doa Rasulullah ( adalah doa sholat Istikhoroh yang berbunyi  : 

اللهم إني أستخيرك بعلمك وأستقدرك بقدرتك وأسألك من فضلك العظيم فإنك تقدر ولا أقدر وتعلم ولا أعلم وأنت علام الغيوب 

“ Ya Alloh sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmuMu dan aku mohon kekuasaanMu ( untuk mengatasi persoalanku ) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib.  ( Shahih Bukhari 1/391 ).
Ustadz arif fathul ulum