Rabu, 04 Maret 2026

๐—”๐—ฃ๐—”๐—ž๐—”๐—› ๐—ž๐—›๐—š๐—ง ๐—•๐—œ๐—ฆ๐—” ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—•๐—˜๐——๐—” ๐——๐—˜๐—ก๐—š๐—”๐—ก ๐—ฆ๐—”๐—จ๐——๐—œ ๐—”๐—ฅ๐—”๐—•๐—œ๐—”? [๐Ÿฎ]

๐—”๐—ฃ๐—”๐—ž๐—”๐—› ๐—ž๐—›๐—š๐—ง ๐—•๐—œ๐—ฆ๐—” ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—•๐—˜๐——๐—” ๐——๐—˜๐—ก๐—š๐—”๐—ก ๐—ฆ๐—”๐—จ๐——๐—œ ๐—”๐—ฅ๐—”๐—•๐—œ๐—”? [๐Ÿฎ] 

Jawabannya : Bisa.
Alasannya:
Pertama, dalam penetapan awal bulannya Saudi memakai metode Rukyat Hilal bukan KHGT yang berbasis hisab Imkan rukyat di seluruh dunia. Walau hasil Rukyat hilal Saudi seringkali kontroversial secara astronomis.

Kedua, bisa dilihat pada kasus awal Zulhijjah 1453 H. di peta telihat bahwa pada tanggal 29 Zulqo'dah 14453 H diwilyah Arab Saudi saat magrib belum terjadi Ijtimak dan bulan sudah terbenam sebelum matahari, saat magrib hilal di bawah ufuk. Dengan demikian tentu Saudi akan menetapkan bahwa:
- 1 Zulhijjah 1453 H = 13 Maret 2032.
- Hari Arafah = 21 Maret 2032.
- Idul Adha = 22 Maret 2032

Sedangkan KHGT
- 1 Zulhijjah 1453 H = 12 Maret 2032.
- Hari Arafah = 20 Maret 2032.
- Idul Adha = 21 Maret 2032

Mungkin seperti itu.

Catatan :
Tapi bisa saja keputusan KHGT nanti ada perubahan, sesuai dengan kesepakatan batas-batas wilayah yg sampai saat ini masih abu-abu. Hingga dalam kasus awal Ramadhan 1447 H kemarin terjadi perbedaan antara Diyanet Turki dan KHGT MU, walau keduanya sama-sama pakai IR Turki.
Ust abu sabda al falaki