🖋Beberapa fakta yang harus anda ketahui:
📚1) Mayoritas penganut Syi'ah hari ini berada di atas sekte Imamiyah Itsna 'Asyariyah. Hal ini disebutkan oleh Syaikh Dr. Nashir al-Qifari di catatan kaki kitab beliau "Maqalat Firaq" ketika membahas Syi'ah. Sebagaimana kita ketahui Itsna Asyariyah merupakan Rafidhah ekstrim yang memiliki berbagai aqidah menyimpang seperti mengkafirkan sahabat, meyakini al-Qur'an telah diselewengkan, raj'ah, imamah, 'ishmah, taqiyah, bada', ghaibah, dan sebagainya. Dari sekte ini lah lahir sekte-sekte Bathiniyah seperti Nushairiyah, Babiyah & Baha'iyah.
📚2) Para ulama mengkafirkan Rafidhah atas dasar keyakinan kufur yang mereka anut. Imam Ahmad ditanya perihal orang yang mencela Abu Bakar, Umar dan Aisyah, lalu beliau menjawab:
ما أراه على الإسلام
"Saya tidak berpendapat ia berada di atas Islam." [As-Sunnah karya al-Khallal: 2/557]
Mulla Ali al-Qari mengatakan:
وأما من سب أحدا من الصحابة فهو فاسق ومبتدع بالإجماع إلا إذا اعتقد أنه مباح كما عليه بعض الشيعة وأصحابهم، أو يترتب عليه ثواب كما هو دأب كلامهم أو اعتقد كفر الصحابة وأهل السنة فإنه كافر بالإجماع
"Adapun siapa yang mencela seseorang dari kalangan sahabat maka ia fasiq dan mubtadi' menurut kesepakatan ulama. Kecuali ia meyakini bahwa mencela sahabat hukumnya mubah sebagaimana yang terjadi pada sebagian Syi'ah serta konco-konco mereka, atau -meyakini- adanya pahala -atas perbuatan tersebut- sebagaimana ini realita perkataan mereka, atau meyakini kafirnya para sahabat dan Ahlussunnah maka ia kafir menurut kesepakatan para ulama." [Syatmul Awaridh fi Dzammir Rawafidh: hal. 28]
Syaikh Utsaimin ditanya mengenai hukum atas Itsna Asyariyah maka beliau menjawab: "Siapa yang meragukan kekufuran Itsna Asyariyah? Hanya saja kita tidak terang-terangan menyatakannya karena takut terjadi fitnah." [Maqalat Firaq: hal. 251]
📚3) Bahwa Rafidhah sangat berhubungan dekat dengan sekte-sekte Bathiniyah, baik secara historis maupun keyakinan. Oleh karena itu Iran berusaha menaungi sekte-sekte Bathiniyah seperti Nushairiyah, Druze, Isma'iliyah, dkk.
Salah satu ulama kibar Rafidhah Iran, Ali asy-Syirazi menceritakan ia bertemu dengan beberapa penganut Nushairiyah di Syiria dan Lebanon lalu menyampaikan kepada mereka bahwa Itsna Asyariyah dengan Nushairiyah memiliki kedekatan dalam keyakinan terhadap alul bait. Hal ini terjadi dan tak ada satupun ulama Rafidhah Iran yang mengingkari ucapan asy-Syirazi tersebut.
Para ulama pakar firqah mengkafirkan Bathiniyah akibat kesyirikan serta takwil bathin yang mereka lakukan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan:
هؤلاء القوم المسمون بالنصيرية هم وسائر أصناف القرامطة الباطنية أكفر من اليهود والنصارى؛ بل وأكفر من كثير من المشركين وضررهم على أمة محمد ﷺ أعظم من ضرر الكفار المحاربين مثل كفار التتار والفرنج وغيرهم
"Kaum yang dinamakan Nushairiyah ini, mereka serta seluruh jenis Qaramithah Bathiniyah lebih kafir dibandingkan Yahudi dan Nasrani bahkan lebih kafir dari sekian banyaknya kaum musyrikin. Bahaya mereka atas umat Muhammad shallallahu alaihi wa sallam lebih besar dibandingkan bahaya orang kuffar harbi seperti Tatar, Salibis dan selain mereka." [Majmu' al-Fatawa: 35/149]
📚4) Antum harus tahu bahwa pernyataan manis yang mereka sampaikan "Kami tidak mengkafirkan sahabat", "Kami tidak mencela Aisyah", "Kami mencintai kalian" adalah bagian dari aqidah taqiyah yang mereka yakini. Sebagaimana termaktub di dalam kitab-kitab ulama Rafidhah bahwa taqiyah memiliki kedudukan agung dalam agama mereka, barang siapa yang meninggalkan taqiyah maka dosanya seperti dosa kesyirikan yang tidak diampuni oleh Allah.
Kedustaan tersebut akan tersingkap ketika mereka menguasai negeri Ahlussunnah. Siapa yang menolak mencela sahabat maka akan dipenggal kepalanya. Hal ini nyata terjadi di zaman kekuasaan Isma'il Syah pendiri Dinasti Shafawiyah yang berada di Iran.
📚5) Bahwa para ulama ahlul kalam seperti Asya'irah dan Maturidiyah dahulu mengkafirkan Rafidhah karena kejinya aqidah yang mereka anut. Jadi saya agak heran sekarang ada orang-orang yang ngaku ikut Asy'ariyah namun jauh dari ulama panutan mereka dalam sikap tegas terhadap Rafidhah.
Fakhruddin ar-Razi meriwayatkan bahwa Asya'irah mengkafirkan Rafidhah akibat keyakinan mereka yang mengkafirkan sahabat dan kaum muslimin yang berada di luar agama mereka. [Nihayatul 'Uqul -manuskrip-: 212]
Imam al-Ghazali mengatakan:
فقائل ذلك إن بلغته الأخبار واعتقد مع ذلك كفرهم فهو كافر... بتكذيبه رسول الله صلى الله عليه وسلم، فمن كذبه بكلمة من أقاويله فهو كافر بالإجماع
"Orang yang mengatakan perkataan tersebut -bahwa Abu Bakar dan Umar kafir- jika telah sampai kepadanya hadits -mengenai keutamaan keduanya- dan masih juga ia meyakini kekafiran keduanya maka ia kafir... Karena ia telah mendustai perkataan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Barang siapa yang mendustai satu kalimat saja dari perkataan Rasul maka ia kafir sesuai kesepakatan para ulama." [Fadha'ih al-Bathiniyah: hal. 149]
📷Bendera Isr@el bersama bendera sekte Syi'ah Druze. Druze banyak tersebar di Barat Syiria serta banyak dari mereka mendukung Isr@el bahkan menjadi anggota IDF. Setelah Presiden Ahmad Shara' berkuasa mereka menolak bergabung dengan pemerintahnya dan lebih menyerahkan rumah mereka di Dataran Tinggi Golan kepada Isr@el.
Ust muhammad taufiq