Barangsiapa Menyia-nyiakan Shalat Subuh, Maka Runtuhlah Harinya!
Sebuah fakta pahit dan menyakitkan:
Syaikh Abdurrazzaq al-Badr —semoga Allah menjaganya— berkata:
"Barangsiapa yang menyia-nyiakan shalat Subuh, maka dengan menyia-nyiakan shalat tersebut, ia telah meruntuhkan harinya, menyembelih harinya tanpa pisau. Hari di mana pemiliknya tidak melaksanakan shalat Subuh adalah hari yang sia-sia, hari dengan kerugian yang besar bagi pemiliknya; itulah kerugian yang paling parah."
Sebagian salaf (pendahulu yang saleh) pernah berkata:
"Harimu itu ibarat untamu; jika engkau memegang bagian awalnya (kepalanya), maka bagian akhirnya akan mengikutimu."
Maka, barangsiapa yang tidak memegang awal harinya—yaitu shalat Subuh—maka harinya akan hilang sia-sia, dan ia telah merugi dengan kerugian yang nyata.
Al-’Allamah Ibnul Qayyim —semoga Allah merahmatinya— berkata:
"Awal hari adalah masa mudanya (hari tersebut), dan akhir hari adalah masa tuanya."
Barangsiapa yang tumbuh di atas sesuatu, maka ia akan menjadi tua di atas hal tersebut. Jika seseorang terbiasa menyia-nyiakan shalat Subuh, maka ia akan terus menjalani hidupnya dalam keadaan menyia-nyiakannya.