Kamis, 05 Maret 2026

APAKAH SYIAH YANG DIMAKSUD IBNU TAIMIYAH ITU SAMA DENGAN SYIAH RAFIDHAH "KHUMAINI" IRAN?

APAKAH SYIAH YANG DIMAKSUD IBNU TAIMIYAH ITU SAMA DENGAN SYIAH RAFIDHAH "KHUMAINI" IRAN?

Banyak tersebar di media sosial ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah di dalam Majmu' Fatawa 35/201: Beliau ditanya tentang seseorang yang lebih mengutamakan Yahudi dan Nashara atas Rafidhah? Maka beliau menjawab: "Segala puji bagi Allah, setiap orang yang beriman dengan ajaran Nabi Muhammad ﷺ, maka dia lebih baik daripada yang kafir dengannya. Meskipun dalam diri orang mukmin itu ada kebid'ahan, baik itu bid'ah khawarij, syiah, murjiah, qadariyah atau selain mereka. Hal ini karena orang Yahudi dan Nashara adalah orang-orang kafir yang telah dimaklumi kekafirannya secara darurat dari agama Islam...."

▶️ Apakah Syiah yang dimaksud oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di atas itu Syiah Rafidhah "Khumaini" Iran dan para pengekornya?! Maka simaklah dengan seksama dan lapang dada ucapan Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu berikut ini:
" Syiah banyak sektenya, sampai dikatakan oleh Syaikhul Islam (Ibnu Tamiyah) ada 22 sekte. Mereka bermacam-macam: 
-ada di antara mereka yang beribadah kepada Ahlul Bait, menyembah Ali, Hasan dan Husain, Fatimah, Al-Baqir dan Ash-Shadiq dan selain mereka. Barang siapa yang menyembah mereka dan berdoa kepada selain Allah dan dia mengatakan bahwa mereka tahu yang ghaib, maka dia kafir entah Khumaini atau selain Khumaini.
* Barang siapa yang tidak melakukan hal tersebut, namun dia hanya mencintai mereka tapi ada kebid'ahan yang tidak sampai kepada kekafiran kepada Allah, maka dia mubtadi'.
- Khumaini dan para pengekornya mengatakan bahwa para imam-imam itu telah meraih kedudukan yang tidak bisa digapai oleh malaikat yang dekat (dengan Allah) atau rasul yang diutus (oleh Allah).... (Sumber: https://binbaz.org.sa/fatwas/1229/%D8%A8%D9%8A%D8%A7%D9%86-%D8%A7%D9%82%D8%B3%D8%A7%D9%85-%D8%A7%D9%84%D8%B4%D9%8A%D8%B9%D8%A9-%D9%88%D8%A7%D9%84%D8%AD%D9%83%D9%85-%D8%B9%D9%84%D9%8A%D9%87%D9%85)

✅ Syaikh Abdul Aziz rahimahullahu juga berkata: Syiah banyak sektenya....ringkasnya:
- Ada di antara mereka yang kafir, yaitu yang menyembah Ali yang berdoa "Wahai Ali....", yang menyembah Fatimah, Hasan dan selain mereka. Di antara mereka ada yang mengatakan Jibril mengkhianati amanah dan bahwasanya kenabian itu untuk Ali bukan untuk Muhammad. Mereka adalah pengikut Syiah Al-Imamiyah, yaitu Rafidhah Al-Itsna Asyariyah. Mereka penyembah Ali dan mereka mengatakan (seperti Khumaini dalam kitabnya Al-Hukumah Al-Islamiyah hal. 52) bahwa para imam mereka lebih mulia daripada malaikat dan para nabi.
- Ada di antara mereka yang kafir dan yang tidak kafir. Yang paling ringan adalah yang mengatakan Ali lebih afdhal daripada Abu Bakar, Umar dan Utsman. Orang tersebut tidak kafir, akan tetapi dia salah. Ali adalah yang keempat. Abu Bakar, Umar dan Utsman lebih afdhal daripada Ali. Apabila dia lebih mendahulukan Ali atas mereka, maka dia keliru dan menyelisihi ijma' para sahabat namun dia tidak kafir...Mereka ini berjenis-jenis. Barang siapa yang ingin lebih terperinci, maka hendaklah dia merujuk kepada kitab Al-Khututh Al-Aridhah oleh Muhyiddin Al-Khatib dan Minhajussunnah oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah....(Sumber: https://binbaz.org.sa/fatwas/20155/%C2%A0%D8%A7%D9%84%D8%AA%D9%81%D8%B5%D9%8A%D9%84-%D9%81%D9%8A-%D9%81%D8%B1%D9%82-%D8%A7%D9%84%D8%B4%D9%8A%D8%B9%D8%A9)

✅ Beliau juga berkata: Syiah banyak sekte dan macamnya. Sebagian ulama menyebut ada 22 sekte. Akan tetapi Al-Bathiniyah di antara mereka adalah Al-Ja'fariyah dan Al-Imamiyah Al-Itsna Al-Asyariyah pengikut Khumaini mereka tidak diragukan lagi akan kekafiran mereka. Karena mereka adalah Rafidhah khususnya para pembesar dan imam-imam mereka yang menyeru kepada kesyirikan dan menyembah ahlulbait.

⏩ Para pemimpin Iran sekarang adalah orang-orang yang paling sesat dan paling kufur meskipun mereka berpura-pura menampakkan keislaman. Na'udzubillah.
Hal ini dikarenakan mereka adalah para penyeru kesyirikan, menyembah kepada selain Allah. Mereka adalah dai-dai Syiah Rafidhah, para pencaci sahabat Nabi, melaknat mereka, dan mereka mengkeramatkan Ali dan Ahlul Bait....
(Sumber: https://binbaz.org.sa/fatwas/4834/%D9%85%D8%A7-%D8%AD%D9%83%D9%85-%D8%AA%D9%83%D9%81%D9%8A%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D8%B4%D9%8A%D8%B9%D8%A9)

✅ Dan ini semakna dengan yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu. Beliau berkata: Adapun orang yang mencela para sahabat dengan disertai keyakinan bahwa Ali adalah sesembahan atau beliau seorang Nabi. Dan bahwasanya Jibril salah menurunkan risalah, maka ini tidak diragukan lagi akan kekafirannya bahkan tidak diragukan lagi akan kekafiran orang yang tidak mengkafirkannya....Adapun yang mencela mereka, namun tidak sampai menggugurkan keadilan serta agama mereka semisal mensifati mereka dengan kebakhilan, pengecut, kurang ilmu, kurang zuhud dan semisal dengannya, maka orang ini berhak dihukum tapi tidak dikafirkan. Maka dari sinilah dibawa ucapan para ulama yang tidak mengkafirkan (Syiah).
(Ash-Sharimu Al-Maslul Hal. 586-587)