Minggu, 01 Maret 2026

Apakah setan2 benar-benar dibelenggu di bulan Ramadhan?

Apakah setan2 benar-benar dibelenggu di bulan Ramadhan?

Nabi Shalallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

"Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu." (HR. Bukhari no. 1899 dan Muslim no. 1079).

Para ulama memberikan beberapa poin mengenai makna "setan dibelenggu" dalam hadits ini:

1. Makna Hakiki: 
Sebagian ulama berpendapat bahwa setan benar-benar dibelenggu secara fisik sehingga ruang gerak mereka untuk menggoda manusia menjadi sangat terbatas dibandingkan bulan-bulan lainnya.

2. Makna Kiasan: 
Ada juga yang berpendapat bahwa ini adalah kiasan bahwa pahala amalan di bulan Ramadhan begitu besar dan umat Muslim sangat sibuk beribadah, sehingga kesempatan setan untuk memengaruhi manusia menjadi kecil.

Pertanyaan Umum: "Jika setan dibelenggu, kenapa masih ada maksiat?" Para ulama menjelaskan bahwa kemaksiatan bisa muncul dari hawa nafsu manusia itu sendiri yang belum terdidik, atau dari sisa-sisa pengaruh setan yang sudah mendarah daging sebelum Ramadhan.

Di sisi lain,
Pengamatan kami sebagai Peruqyah :

Pekan lalu di awal-awal memasuki bulan Ramadhan saya berbincang dengan seorang ustadz yg juga beliau seorang Peruqyah sekaligus "survivor" Level S. 
Kami berbincang terkait hadits ini setelah mengamati kondisi lingkungan, dan kami cenderung mengira bahwa makna hadits di atas dapat memiliki makna yg HAKIKI. 

Karena kami berdua merasakan hal yg sama yaitu tidak ada satupun jin jahat yang terdeteksi auranya di malam apalagi di siang hari bulan Ramadhan.
Padahal di hari-hari sebelum bulan Ramadhan sudah menjadi hal biasa bagi kami merasakan keberadaan mereka di lingkungan sekitar. 

Atau kemungkinan lain, di bulan Ramadhan ini mereka memang tidak diizinkan untuk melakukan lompatan dimensi sehingga hanya bisa mempengaruhi manusia dari jauh dan tidak bisa melakukan gangguan secara langsung. Inilah alasan mengapa masih ada bisikan kejahatan kepada manusia selain sebab kekotoran jiwa manusia yg memang cenderung ke arah keburukan.

Wallahu a'lam.
Ustadz ahmad suryana
https://www.facebook.com/share/1DJ2FwNR72/