Jumat, 02 Januari 2026

3 Bagian Muslim Darimu

📚 3 Bagian Muslim Darimu

Yahya bin Mu'adz rahimahullah berkata, "Hendaklah bagian musim darimu itu 3: Jika tidak memberinya manfaat, jangan menimpakan mudarat kepadanya. Jika tidak menghiburnya, jangan membuatnya bersedih hati. Dan, jika tidak memujinya, jangan mencelanya."

| Jami' al-'Ulum wal-Hikam, 2/283.

🇮🇩 Channel Telegram:
https://t.me/sulhandotnet
🌎 Website:
https://www.sulhan.net/

"Syukur nikmat itu dibangun atas 5 dasar:

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "Syukur nikmat itu dibangun atas 5 dasar: 
# tunduk kepada yang disyukuri, 
# mencintainya, 
# mengakui nikmatnya, 
# memujinya atas nikmat tersebut 
# tidak menggunakan nikmat untuk yang tak disukainya

5 hal ini adalah asas syukur dan yang menegakkannya. Ketika salah satunya absen, maka rasa syukur kehilangan satu penopangnya." (Madarijus Salikin 2/234, dinukil dari Arbaun Qalbiyyah hal 246).
==
Di antara nikmat Allah yang sangat besar, kita bisa kembali terbangun pagi ini dalam keadaan beriman. Manfaatkan untuk beramal salih & beristighfar karena besok pagi belum tentu kita bisa menikmati matahari.
ustadz amrullah akhadinta

Kamis, 01 Januari 2026

NASEHAT AL-IMAM AL-ALBANI RAHIMAHULLAH

NASEHAT AL-IMAM  AL-ALBANI RAHIMAHULLAH

Beliau berkata:

 " Seringkali saya ditanya,  apa pendapat anda tentang  fulan? 

Dengan pertanyaan ini, saya paham bahwa si penanya mungkin pro dengan fulan tsb,  atau mungkin kontra dengannya.  Bisa jadi orang yang ditanyakan adalah saudara² kami,  atau  bisa jadi orang yang ditanyakan tsb adalah  teman² lama kami yang sekarang diaggap telah menyimpang. 

Akan tetapi wahai saudaraku, Apa urusanmu dengan Zaid atau amr?  (dengan fulan atau allan)? Luruskan dirimu,  belajarlah ilmu, nanti ilmu tersebut akan membantumu untuk memilah mana orang baik dan mana yang tidak baik, (mana yang manhajnya lurus dan mana yang tidak), mana yang salah dan mana yang benar.

Dan jangan engkau dengki atau benci dengan saudaramu sesama muslim, hanya karena dia terjatuh pada satu kesalahan atau menyimpang dalam satu atau dua permasalahan, akan tetapi dlm permasalahan-permasalahan lainnya ia tidak menyimpang. 

Kami jumpai dlm biografi ahli hadits, ada seseorang yang diterima haditsnya akan tetapi para ulama menjelaskan bahwa dia adalah seorang murjiah,  atau khawarij atau nashibi, semuanya adalah aib, cacat dan kesesatan. Akan tetapi para ulama memiliki timbangan yang dijadikan patokan,  mereka tidak  merajihkan satu kesalahan atas kebaikan-kebaikan yang banyak, dan mereka tidak pula merajihkan dua atau tiga kesalahan atas kebaikan-kebaikan yang banyak, dan seagung agungnya kebaikan itu adalah LA ILAAHA ILLALLAH. 

Syaikh Al-Albani, Silsilatul huda wannur (784)
Diterjemahkan Fadlan Fahamsyah, Lc. MHI

📌  *من روائع  نصائح الإمام الألباني رحمه الله تعالى قوله* :
((أنا كثيرا ما أُسأل ما رأيك في فلان؟ 
فأفهم أنه متحيز له أو عليه، وقد يكون الذي يسأل عنه من إخواننا، وقد يكون من إخواننا القدامى الذين يقال إنهم انحرفوا!

لكن يا أخي؛ ماذا يهمك بزيد أو عمرو؟ 

استقم كما أمرت، تعلّم العلم، هذا العلم سيميز لك الصالح من الطالح والمخطئ من المصيب 

ثم لا تحقد على أخيك المسلم لمجرد أنه أخطأ 
أو انحرف في مسألة أو اثنتين 
لكن المسائل الأخرى ما انحرف فيها، فنحن نجد في تراجم [أهل] الحديث من يقبلون حديثه ويقولون عنه في ترجمته أنه مرجئي أو خارجي أو ناصبي، كلها عيوب وضلالات
 لكن عندهم ميزان يتمسكون به ولا يرجحون كفة سيئة على الحسنات، أو سيئتين أو ثلاث على جملة حسنات، ومن أعظمها لا إله إلا الله)).

سلسلة الهدى النور (784)
Ustadz fadlan fahamsyah

Sangat disayangkan, dewasa ini engkau jumpai sebagian saudara² (kita), mereka lebih sering membantah saudara2 nya sendiri

Al-Imam al-Utsaimin Rahimahullah ta'ala menasehati kita:

والآن تجد بعض الإخوان مع الأسف يرد على إخوانه أكثر مما يرد على الملحدين الذين كفرهم صريح، يعاديهم أكثر مما يعادي هؤلاء ويشهر بهم في كلام لا أصل له، ولا حقيقة له، لكن حسد وبغي، ولا شك أن الحسد من أخلاق اليهود أخبث عباد الله.

Sangat disayangkan, dewasa ini engkau jumpai sebagian saudara² (kita), mereka lebih sering membantah saudara2 nya sendiri dari pada membantah kaum atheis (liberalis keblingeris) yang kekafirannya  sudah jelas teras benderang.

Mereka lebih memusuhi saudara²nya sendiri dari pada memusuhi mereka, Dan mempopulerkan saudara²nya dg ucapan yang tidak ada asalnya, dan tidak ada hakekatnya, akan tetapi itu semua hanya karena kedengkian dan kezhaliman. Dan tidak diragukan lagi bahwa hasad adalah akhlaknya kaum Yahudi, sejelek-jelek makhluknya Allah.

(Al-Utsaimin, Kitab al-Ilmi 1/81).
Ustadz fadlan fahamsyah

Barang siapa yang memiliki kemampuan untuk belajar agama namun ia tidak melakukannya, maka ia berdosa

Al-Hafiz Ibnu Abdil Barr al-Qurthubi rahimahullah mengatakan,

"Barang siapa yang memiliki kemampuan untuk belajar agama namun ia tidak melakukannya, maka ia berdosa."

📝 At-Tamhid, 3/244
Ustadz reza ibn nasrullah

شرح رسالة الدلائل في حكم موالاة أهل الإشراك

Pertanyaan: Apa perbedaan antara menyertai suatu perbuatan dengan label kekafiran (umum) dan menghukumi individu tertentu sebagai kafir?
Jawaban:
Adapun hukum kafir atas perbuatan—seperti berdoa kepada selain Allah, menyembelih untuk selain Allah, meminta pertolongan kepada selain Allah, mengolok-olok agama, dan mencaci-maki agama—maka ini adalah kekafiran (kufr) berdasarkan ijma (kesepakatan ulama) tanpa keraguan.
Akan tetapi, orang yang melakukan perbuatan tersebut harus ditinjau terlebih dahulu kondisinya. Jika ia adalah orang yang bodoh (tidak tahu), atau melakukan takwil (salah interpretasi), atau hanya sekadar ikut-ikutan (taklid), maka vonis kafir ditangguhkan darinya sampai dijelaskan kepadanya (kebenarannya). Sebab, ia mungkin memiliki syubhat (keraguan/pemikiran yang rancu) atau ketidaktahuan.
Oleh karena itu, tidak boleh terburu-buru menjatuhkan vonis kafir kepadanya sampai ditegakkan hujjah (penjelasan/bukti) kepadanya. Jika hujjah telah ditegakkan namun ia tetap bersikeras pada perbuatannya, maka barulah ia dihukumi kafir, karena saat itu ia tidak lagi memiliki alasan (untuk dimaafkan).
Intisari Penjelasan
Teks tersebut menjelaskan perbedaan penting dalam hukum Islam (akidah) antara:
Kafir secara Jenis Perbuatan: Mengakui bahwa suatu perbuatan (seperti syirik) adalah kekafiran secara mutlak.
Kafir secara Individu (Mu'ayyan): Menetapkan status kafir pada orang tertentu, yang membutuhkan syarat ketat seperti hilangnya ketidaktahuan (jahal) dan ditegakkannya penjelasan (iqamatul hujjah).

Pengakuan Ulama Asya'irah Akan Pembagian Tauhid

Pengakuan Ulama Asya'irah Akan Pembagian Tauhid

Sudah beberapa kali tulisan saya terkait masalah pembagian Tauhid, saya katakan bahwa semua itu hanyalah ijtihad ulama agar kaum muslimin dapat benar-benar menauhidkan Allah dan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun. 

Tapi, kalau dasarnya benci, sejelas apapun kebenaran di hadapan mata seseorang, dia akan terus merasa gelap, tidak melihat. Bukan karena tidak dapat melihat, tapi ia yang tidak mau melihat. Akhirnya, ia terus jalan salah arah tanpa ia sadari, ia tersesat karena kejahilan dan keangkuhan dirinya sendiri. 

Ulama Asya'irah pun membagi Tauhid menjadi tiga.  Beliau berkata:

قسم بعض سادة الأشاعرة رحمهم الله تبارك اسمه التوحيد إلى ثلاثة أقسام: توحيد الذات وتوحيد الصفات وتوحيد الأفعال

"Para pembesar madzhab  Asya'irah -semoga Allah merahmati mereka Maha Tinggi NamaNya- membagi tauhid menjadi 3 yaitu, tauhid dzat, tauhid sifat dan tauhid af'al. " (Silahkan lihat gambar 01) 

Jadi yang membagi tauhid jadi 3 jenis bukan cuma salafy atau Wahhabi ya, apalagi mereka kaitkan dengan akidah Trinitas kaum nashara. Itu menunjukkan mereka tidak paham perkataan mereka. 

Ketika ditanyakan kepada ulama asya'irah tersebut, terkait pembagian menjadi uluhiyah, rububiyah dan asma wa sifat, Bliau tidak menganggap itu sebagai sesuatu yang bermasalah. Sekalipun, ada kalimatnya yang mengandung kedutstaan bahwa pengikut Ibnu Taimiyah mengkafirkan kaum muslimin dan menumpahkan darah karenanya. Semoga Allah memberinya hidayah dan mengapuni kesalahannya itu. 

Bagi yang bisa bahasa Arab, silahkan baca perkataannya itu, sebagaimana yang sudah saya screenshot.

Kemudian,  perlu diketahui yang membagi pada pentauhidan dari sisi ibadah/uluhiyah, dan rububiyah, bukan cuma Ibnu Taimiyah rahimahullah- saja. Bahkan sebelum beliau sudah banyak.  Contohnya, imam Ibnu Hibban dan imam Ibnu Baththah. Silahkan lihat gambar 2 dan 3.
Ustadz abu said