Pengakuan Ulama Asya'irah Akan Pembagian Tauhid
Sudah beberapa kali tulisan saya terkait masalah pembagian Tauhid, saya katakan bahwa semua itu hanyalah ijtihad ulama agar kaum muslimin dapat benar-benar menauhidkan Allah dan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun.
Tapi, kalau dasarnya benci, sejelas apapun kebenaran di hadapan mata seseorang, dia akan terus merasa gelap, tidak melihat. Bukan karena tidak dapat melihat, tapi ia yang tidak mau melihat. Akhirnya, ia terus jalan salah arah tanpa ia sadari, ia tersesat karena kejahilan dan keangkuhan dirinya sendiri.
Ulama Asya'irah pun membagi Tauhid menjadi tiga. Beliau berkata:
قسم بعض سادة الأشاعرة رحمهم الله تبارك اسمه التوحيد إلى ثلاثة أقسام: توحيد الذات وتوحيد الصفات وتوحيد الأفعال
"Para pembesar madzhab Asya'irah -semoga Allah merahmati mereka Maha Tinggi NamaNya- membagi tauhid menjadi 3 yaitu, tauhid dzat, tauhid sifat dan tauhid af'al. " (Silahkan lihat gambar 01)
Jadi yang membagi tauhid jadi 3 jenis bukan cuma salafy atau Wahhabi ya, apalagi mereka kaitkan dengan akidah Trinitas kaum nashara. Itu menunjukkan mereka tidak paham perkataan mereka.
Ketika ditanyakan kepada ulama asya'irah tersebut, terkait pembagian menjadi uluhiyah, rububiyah dan asma wa sifat, Bliau tidak menganggap itu sebagai sesuatu yang bermasalah. Sekalipun, ada kalimatnya yang mengandung kedutstaan bahwa pengikut Ibnu Taimiyah mengkafirkan kaum muslimin dan menumpahkan darah karenanya. Semoga Allah memberinya hidayah dan mengapuni kesalahannya itu.
Bagi yang bisa bahasa Arab, silahkan baca perkataannya itu, sebagaimana yang sudah saya screenshot.
Kemudian, perlu diketahui yang membagi pada pentauhidan dari sisi ibadah/uluhiyah, dan rububiyah, bukan cuma Ibnu Taimiyah rahimahullah- saja. Bahkan sebelum beliau sudah banyak. Contohnya, imam Ibnu Hibban dan imam Ibnu Baththah. Silahkan lihat gambar 2 dan 3.