Sabtu, 03 Januari 2026

Berkata Syaikh Prof. Dr. Husain bin ‘Audah al-‘Awaisyah

قال الشيخ حسين بن عودة العوايشة: 

أوصي بالاجتماع على التوحيد و السنة
و أن نحذر من الشرك و البدعة

و أن نستمر في طلب العلم و العمل

و أن نعلم الناس الخير

كل عمل الناس في صحيفة العلماء لدلالة العلماء لهم

و أن نحرص على العمل 
جاء أعرابي النبي صلى الله عليه وسلم  فقال : متى الساعة  ؟
فقال النبي صلى الله عليه وسلم : و يحك  ما ذا أعددت لها ؟
فصرفه إلى العمل و إلى ما فيه نفع

و أن نخلص في الأعمال و دعاء الله أن يرزقنا  الإخلاص 

Berkata Syaikh Prof. Dr. Husain bin ‘Audah al-‘Awaisyah:

Aku berwasiat agar kita bersatu di atas tauhid dan sunnah, dan agar kita waspada terhadap syirik dan bid’ah.

Serta agar kita terus-menerus menuntut ilmu dan mengamalkannya.

Dan agar kita mengajarkan kebaikan kepada manusia.

Seluruh amal kebaikan manusia tercatat juga dalam catatan amal para ulama, karena merekalah yang menunjukkan jalan kepada mereka.

Dan hendaknya kita bersungguh-sungguh dalam beramal.

Seorang Arab Badui pernah datang kepada Nabi صلى الله عليه وسلم lalu berkata: “Kapan hari kiamat itu?”

Maka Nabi صلى الله عليه وسلم menjawab: *“Celakalah engkau, apa yang telah engkau persiapkan untuknya?”*

Nabi mengarahkan dia kepada amal dan hal-hal yang bermanfaat.

Dan hendaknya kita ikhlas dalam amal, serta selalu berdoa kepada Allah agar Dia menganugerahkan kepada kita keikhlasan.

#Faidah_Dauroh_Syariyyah_Ke_4_IHBS
Ustadz arif fathul ulum 

adalah adanya ma'had-ma'had (lembaga pendidikan) yang mengajak kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم di atas manhaj para sahabat Rasulullah رضي الله عنهم.

قال الشيخ باسم بن فيصل الجوابرة :

من نعم الله تعالى علينا أن يكون هناك معاهد تدعو إلى كتاب الله و سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم على منهج أصحاب رسول الله رضي الله عنهم 

كل الفرق الضالة يتبعون المتشابهات 
قال تعالى: 
هُوَ الَّذِي أَنزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُّحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ ۖ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ

لا بد أن ندعو إلى المحكمات و ندعو إلى التوحيد و السنة 

Berkata Syaikh Prof. Dr. Basim bin Fayshal al-Jawabirah:

Termasuk nikmat Allah Ta'ala kepada kita adalah adanya ma'had-ma'had (lembaga pendidikan) yang mengajak kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم di atas manhaj para sahabat Rasulullah رضي الله عنهم.

Seluruh kelompok sesat mengikuti ayat-ayat yang mutasyabih (samar).

Allah Ta'ala berfirman:

*"Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat (jelas maknanya), itulah pokok-pokok isi Al-Qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat (samar). Adapun orang-orang yang dalam hatinya ada penyimpangan, maka mereka mengikuti yang mutasyabihat darinya untuk menimbulkan fitnah dan mencari-cari takwilnya..."* (QS. Ali ‘Imran: 7)

Maka kita wajib untuk mengajak kepada ayat-ayat yang muhkamat, mengajak kepada tauhid dan sunnah.

#Faidah_Dauroh_Syariyyah_Ke_4_IHBS

manusia terkuat di bumi

Pandangan Imam Ahmad bin Hanbal terhadap Imam Abu Hanifah

Pandangan Imam Ahmad bin Hanbal terhadap Imam Abu Hanifah

Dalam tradisi Mazhab Hanbali, khususnya di Irak, hubungan antar imam madzhab dibangun di atas penghormatan terhadap otoritas keilmuan, integritas moral, dan keteguhan prinsip. Perbedaan ijtihad tidak menghalangi pengakuan terhadap keutamaan seorang imam. Hal ini tampak jelas dalam penilaian Imam Ahmad bin Hanbal terhadap Imam Abu Hanifah rahimahumullah.

Imam Ahmad bin Hanbal berkata:

“Sesungguhnya Abu Hanifah memiliki kedudukan dalam ilmu, wara’, zuhud, dan pengutamaan akhirat pada tingkat yang tidak mampu dicapai oleh seorang pun. Ia dicambuk dengan cambukan-cambukan agar mau tunduk kepada Al-Mansur, namun ia tidak melakukannya. Maka rahmat dan ridha Allah baginya.”

📚 Wahbi Sulaiman Ghawiji, Abu Hanifah an-Nu‘man, hlm. 5.

Dalam riwayat lain, Imam Ahmad berkata tentang Abu Hanifah:

“Ia berada dalam ilmu, wara’, zuhud, dan pengutamaan negeri akhirat pada kedudukan yang tidak mampu dicapai oleh seorang pun.”

📚 Dinukil oleh Adz-Dzahabi dalam Manaqib al-Imam, hlm. 43.

Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah menjelaskan aspek metodologis hubungan keilmuan tersebut dengan mengatakan:

“Imam Ahmad bin Hanbal pada awalnya menulis dan mempelajari kitab-kitab para sahabat Abu Hanifah, memahaminya, serta memahami sumber-sumber pengambilan hukum (ma’ākhidz) dan landasan-landasan istinbath fikih (madārik) mereka.”

Keterangan ini menunjukkan bahwa Imam Ahmad tidak hanya mengenal Mazhab Abu Hanifah secara umum, tetapi juga mengkaji metodologi fikihnya secara mendalam. 

Dengan demikian, perbedaan ijtihad antara kedua imam tidak lahir dari ketidaktahuan atau penolakan apriori, melainkan dari kajian ilmiah yang disertai pengakuan terhadap keutamaan ilmu, wara’, dan keteguhan prinsip Imam Abu Hanifah—terutama dalam sikapnya menjaga independensi agama dari tekanan kekuasaan.

____________

​#حنابلة_العراق

​مذهب إمامنا في الإمام أبي حنيفة رضي الله عن الجميع
​قال الإمام أحمد بن حنبل: «إن أبا حنيفة من العلم والورع والزهد وإيثار الآخرة بمحل لا يدركه أحد، ولقد ضُرب بالسياط ليليَ للمنصور فلم يفعل، فرحمة الله عليه ورضوانه». وأبو حنيفة النعمان، وهبي سليمان غاوجي، ص5

​وقال الإمام أحمد بن حنبل عن أبي حنيفة:
هو من العلم والورع والزهد وإيثار الدار الآخرة بمحلّ لا يُدركه فيه أحد !
نقله الذهبي بمناقب الإمام ص43

​قال ابن رجب: كان الإمام أحمد بن حنبل قد كتب أولاً كُتب أصحاب أبي حنيفة وفهمها، وفهم مآخذهم في الفقه ومداركهم.

​فارس فالح
Ust reza ibn nasrullah 

Pembelaan Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi Terhadap Dakwah Salafiyah

Pembelaan Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi Terhadap Dakwah Salafiyah

Di antara jutaan kitab yang berjejer di Perpustakaan King Salman, di dalam komplek King Saud University (KSU), ada sebuah karya ulama Indonesia, yaitu Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi. 

Buku hasil torehan pengasuh Pesantren Darussalam Gontor ini berada di lantai 5, pada bagian tentang pemikiran Islam. 

Judul karya beliau adalah "Al Ittijah As Salafi fil Fikril Islami al Hadits wal Mu'ashir Indunisiya Anmudzajan". Buku ini diterbitkan oleh IIUM Malaysia kerja sama dengan UNIDA Gontor. Cetakan ke-1 tahun 2020. 

Di King Saud University (KSU) ada 6 eksemplar buku ini. 3 di Perpustakaan King Salman dan 3 lagi di perpustakaan Princes Sarah. 

Awalnya buku ini adalah tesis beliau di Universitas Cairo pada 1987 silam. 

Fokus pembahasan pada buku ini tentang pemikiran Salafi di Indonesia, terkait dengan orang, lembaga, serta pendapat-pendapatnya.

Karya beliau ini sangat menarik sekali dikaji. Dimana, menurut isi pada buku ini, Salafisme di Indonesia masuk sejak lama. Bahkan pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol pun disebut sebagai penyebar dakwah Salafiyah pada masanya. 

Berikut ini beberapa ringkasan kecil dari isi buku tersebut: 

1) Ada 2 Madrasah Salafiyah 

Kyai Amal menyebut bahwa ada 2 madrasah Salafiyah yang sangat besar, yaitu madrasah yang digagas oleh Imam Ahmad bin Hambal dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. 

Ketika mensifati Imam Ahmad, beliau menulis: "Imam Ahmad bin Hambal mengikuti Salaf Shalih, berjalan di atas Manhaj salaf dalam penetapan akidah. Dalam bab sifat ilahiyah, beliau mensifati Allah seperti yang Allah dan Rasul-Nya sifatkan bagi diri-Nya, tanpa tasybih, ta'thil, mengurangi, atau menambahkan" (Hal. 37).

2) Menyebut Ibnu Taimiyah dengan Syaikhul Islam 

Pada bagian madrasah Salafiyah yang digagas oleh Ibnu Taimiyah, beliau menulisnya dengan imbuhan kata di depan namanya dengan penyebutan Syaikhul Islam (Hal.45). 

Beliau sebutkan bahwa Ibnu Taimiyah adalah sosok ulama yang berpegang kepada Al Kitab dan Sunnah, bersandar pada akal sesuai tempatnya, dan menolak ta'wil kalam. 

Usai membahas tentang Ibnu Taimiyah dan pemikirannya tentang Asma wa sifat Allah, beliau menjelaskan: 

"Ibnu Taimiyah menetapkan sifat Allah dengan jelas. Beliau mengikuti ulama salaf. Beliau tidak menyerupakan dzat Allah dengan makhluk. Beliau juga tidak menafikan apa yang disifati Allah dan Rasul-Nya pada diri-Nya, tidak juga menolak nama Allah yang Maha Indah dan Tinggi, tidak menyimpangkan makna-Nya, serta tidak mengingkari nama dan ayat Allah" (Hal.54) 

3) Pembelaan kepada Muhammad bin Abdul Wahab 

Salah satu tokoh penting dalam dakwah Salafiyah adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. 

Pemikirannya yang paling populer adalah tentang pemurnian tauhid dan anti terhadap bid'ah (Hal. 61-66). 

Terkait dengan pendapatnya yang menolak ilmu kalam, Kyai Amal menyebut bahwa apa yang dilakukan oleh Ibnu Abdil Wahab bukanlah hal baru, tapi mengikuti para ulama terdahulu.

"Ketidaksukaan dan penolakan Ibnu Abdil Wahab terhadap ilmu kalam bukanlah hal baru. Hal tersebut telah dilakukan oleh ulama salaf sebelum beliau" (Hal.61). 

4) Ormas dan Tokoh Salafi di Indonesia 

Pada bagian judul "As Salafiyun wal Jum'iyyat As Salafiyyah", Guru Besar Filsafat Islam di UNIDA Gontor ini mencatat nama-nama tokoh dan ormas besar di Indonesia sebagai bagian dari dakwah Salafiyah. 

Beliau mancatat bahwa Syaikh Ahmad As Surkati dan Al Irsyad adalah Salafi (Hal.183).

Kyai Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah, organisasi yang didirikannya, juga membawa ajaran Salafiyah. 

Bahkan Kyai Amal menyebutkan bahwa: "Muhammadiyah adalah adalah ormas Islam terbesar di Indonesia yang menegakkan dakwah Salafiyah" (Hal. 210). 

Sosok lain yang disebut sebagai pembawa dan penyebar dakwah Salafiyah adalah A Hassan, Kyai Haji Isa Anshori, dan Ormas Persis (Hal. 216-230). 

Tokoh lainnya yang disebut oleh Kayai Amal sebagai pembawa ajaran Salafi adalah M. Natsir, Hamka, dan M. Rasjidi (Hal. 256-283). 

5) Pengaruh Salafiyah pada UNIDA Gontor

Kyai Amal Fathullah Zarkasyi mencatat Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor bagian dari Salafiyah, karena punya andil besar dalam melawan pemikiran Marxisme, Sekulerisme, dan Liberalisme. 

Catatan: 

Setelah membaca karya agung ulama asli Indonesia ini, dapat dipahami bahwa kriteria Salafiyah yang dimaksud adalah: 

1) Tokoh atau lembaga yang berpegang pada Al Quran dan Sunnah, kokoh mengajarkan tauhid, memerangi kesyirikan, bid'ah, khurafat, dan takhayul.

2) Ciri khas dakwah salafiyah adalah al ishlah wa tajdid. Maka yang melakukan perbaikan dan pembaruan, layak disebut sebagai pembawa ajaran Salafiyah. 

3) Buku tersebut awalnya ditulis sebagai tesis S2 penulis pada tahun 1986 (ada sedikit revisi sebelum diterbitkan tahun 2020). Maka nama dan lembaga Salafi yang saat ini dikenal dengan "Kelompok Salafi" tidak tercatat, karena masih belum muncul di Indonesia. 

---

Riyadh, 10 Januari 2025
Ustadz budi marta saudin

Jumat, 02 Januari 2026

Berkata Syaikh Masyhur bin Hasan Salman:

قال الشيخ مشهور بن حسن سلمان :

 أنصح نفسي و إخواني بتقوى الله و العمل الصالح 
و أن ندعو لكل من علمنا بخير 

و أن نجتمع و لا نتفرق 

قال تعالى : ( أن أقيموا الدين و لا تتفرقوا فيه )

أن نجتعوا على التوحيد و ندعو إلى كلمة التوحيد
و نكون كغيرنا  يبحثون عن توحيد الكلمة  و لا يجتمعون على كلمة التوحيد

و العلم يفرق إذا كان بدون تزكية
قال تعالى : ( و ما تفرقوا إلا من بعد ما جاءهم العلم بغيا بينهم  )

فعلة التفرق هو : البغي ( بغيا بينهم )

و أن نتعلم لنعمل لا لنباهي به العلماء و لنماري به السفهاء

و أن نكون رحماء بيننا حتى  مع المخالف

Berkata Syaikh Masyhur bin Hasan Salman:

Aku menasihati diriku dan saudara-saudaraku untuk bertakwa kepada Allah dan melakukan amal saleh, serta mendoakan setiap orang yang telah mengajarkan kebaikan kepada kita.

Dan hendaknya kita bersatu dan tidak berpecah belah.

Allah Ta'ala berfirman: *"Tegakkanlah agama dan janganlah kalian berpecah-belah di dalamnya."*

Kita harus bersatu di atas tauhid dan mengajak kepada kalimat tauhid. Jangan seperti sebagian orang yang hanya mencari persatuan kata, tetapi tidak bersatu di atas kalimat tauhid.

Ilmu bisa menyebabkan perpecahan jika tidak disertai dengan pensucian jiwa (tazkiyah).

Allah Ta’ala berfirman: *"Dan mereka tidak berpecah-belah kecuali setelah datang kepada mereka ilmu, karena kedengkian di antara mereka."*

Maka sebab perpecahan adalah: *kedengkian (baghyun baynahum).*

Hendaknya kita belajar untuk diamalkan, bukan untuk menyombongkan diri di hadapan para ulama, atau untuk berdebat dengan orang-orang bodoh.

Dan hendaklah kita saling menyayangi satu sama lain, bahkan kepada orang yang berbeda pendapat dengan kita.

#Faidah_Dauroh_Syariyyah_Ke_4_IHBS
Ustadz arif fathul ulum

penyumbang terbesar kosakata dalam bahasa indonesia