Sabtu, 03 Januari 2026

Pandangan Imam Ahmad bin Hanbal terhadap Imam Abu Hanifah

Pandangan Imam Ahmad bin Hanbal terhadap Imam Abu Hanifah

Dalam tradisi Mazhab Hanbali, khususnya di Irak, hubungan antar imam madzhab dibangun di atas penghormatan terhadap otoritas keilmuan, integritas moral, dan keteguhan prinsip. Perbedaan ijtihad tidak menghalangi pengakuan terhadap keutamaan seorang imam. Hal ini tampak jelas dalam penilaian Imam Ahmad bin Hanbal terhadap Imam Abu Hanifah rahimahumullah.

Imam Ahmad bin Hanbal berkata:

“Sesungguhnya Abu Hanifah memiliki kedudukan dalam ilmu, wara’, zuhud, dan pengutamaan akhirat pada tingkat yang tidak mampu dicapai oleh seorang pun. Ia dicambuk dengan cambukan-cambukan agar mau tunduk kepada Al-Mansur, namun ia tidak melakukannya. Maka rahmat dan ridha Allah baginya.”

📚 Wahbi Sulaiman Ghawiji, Abu Hanifah an-Nu‘man, hlm. 5.

Dalam riwayat lain, Imam Ahmad berkata tentang Abu Hanifah:

“Ia berada dalam ilmu, wara’, zuhud, dan pengutamaan negeri akhirat pada kedudukan yang tidak mampu dicapai oleh seorang pun.”

📚 Dinukil oleh Adz-Dzahabi dalam Manaqib al-Imam, hlm. 43.

Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah menjelaskan aspek metodologis hubungan keilmuan tersebut dengan mengatakan:

“Imam Ahmad bin Hanbal pada awalnya menulis dan mempelajari kitab-kitab para sahabat Abu Hanifah, memahaminya, serta memahami sumber-sumber pengambilan hukum (ma’ākhidz) dan landasan-landasan istinbath fikih (madārik) mereka.”

Keterangan ini menunjukkan bahwa Imam Ahmad tidak hanya mengenal Mazhab Abu Hanifah secara umum, tetapi juga mengkaji metodologi fikihnya secara mendalam. 

Dengan demikian, perbedaan ijtihad antara kedua imam tidak lahir dari ketidaktahuan atau penolakan apriori, melainkan dari kajian ilmiah yang disertai pengakuan terhadap keutamaan ilmu, wara’, dan keteguhan prinsip Imam Abu Hanifah—terutama dalam sikapnya menjaga independensi agama dari tekanan kekuasaan.

____________

​#حنابلة_العراق

​مذهب إمامنا في الإمام أبي حنيفة رضي الله عن الجميع
​قال الإمام أحمد بن حنبل: «إن أبا حنيفة من العلم والورع والزهد وإيثار الآخرة بمحل لا يدركه أحد، ولقد ضُرب بالسياط ليليَ للمنصور فلم يفعل، فرحمة الله عليه ورضوانه». وأبو حنيفة النعمان، وهبي سليمان غاوجي، ص5

​وقال الإمام أحمد بن حنبل عن أبي حنيفة:
هو من العلم والورع والزهد وإيثار الدار الآخرة بمحلّ لا يُدركه فيه أحد !
نقله الذهبي بمناقب الإمام ص43

​قال ابن رجب: كان الإمام أحمد بن حنبل قد كتب أولاً كُتب أصحاب أبي حنيفة وفهمها، وفهم مآخذهم في الفقه ومداركهم.

​فارس فالح
Ust reza ibn nasrullah