Bismillah
Catatan Faidah Kajian Ustadz Dr. Firanda Andirja hafizhahullah
Masjid Raya Al-Muwahhidin, Kota Bima
Keutamaan Ilmu dan Menuntut Ilmu :
1. Ilmu agama adalah sesuatu yang sangat agung. Allah tidak pernah memerintahkan Nabi ﷺ untuk meminta tambahan dalam suatu perkara kecuali tambahan ilmu.
«وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا»
"Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu."
2. Menuntut ilmu adalah ibadah yang agung.
3. Di antara kitab terbaik yang membahas tentang ilmu dan keutamaannya adalah Miftāḥ Dāri As-Sa‘ādah karya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah.
4. Para ulama, seperti Imam Asy-Syafi'i rahimahullah, menyatakan bahwa menuntut ilmu lebih utama daripada ibadah sunnah.
5. Sebab manfaat ilmu bersifat muta‘addiyah (meluas kepada orang lain), sedangkan ibadah sunnah umumnya manfaatnya kembali kepada diri pelakunya sendiri.
6. Menuntut ilmu termasuk jihad di jalan Allah.
«وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا»
Ayat ini turun pada periode Makkiyah, sebelum disyariatkannya jihad dengan senjata.
7. Jihad terbagi menjadi dua:
- Jihad dengan senjata.
- Jihad dengan ilmu dan dakwah.
Allah Ta'ala berfirman:
«يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ»
8. Apabila masyarakat dekat dengan ilmu, mereka akan semakin jauh dari berbagai bentuk kemaksiatan.
9. Ketika para dai menjelaskan bahaya syirik, perdukunan, jimat, dan riba, maka berbagai kemaksiatan akan berkurang di tengah masyarakat.
10. Homoseksualitas yang dinormalisasi akan merusak rumah tangga dan merusak tatanan masyarakat.
11. Dengan ilmu, masyarakat akan terjaga. Karena itu, kerusakan masyarakat hendaknya ditepis dengan penyebaran ilmu.
Kemuliaan Ilmu dalam Al-Qur'an dan Sunnah
12. Di antara bukti kemuliaan ilmu adalah Allah memuliakan Nabi Adam ‘alaihis salam di hadapan para malaikat dengan ilmu yang Allah ajarkan kepadanya.
«وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا»
13. Bagaimana mungkin ilmu tidak agung, sedangkan ilmu adalah warisan para nabi?
«إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا، إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ»
14. Seorang muslim yang benar adalah yang menggabungkan antara ilmu dan iman. Syariat Islam, baik dalam aqidah, ibadah, akhlak maupun muamalah, tidak dapat dipisahkan dari ilmu.
15. Semakin dalam pemahaman seseorang terhadap rukun iman, semakin tinggi pula keimanannya dan semakin dekat dirinya kepada Allah Jalla wa ‘Ala.
16. Ibadah bukan hanya shalat dan puasa. Menuntut ilmu syar'i juga merupakan ibadah yang sangat agung. Bahkan shalat dan puasa tidak akan benar kecuali dengan ilmu.
Kisah Para Nabi dalam Menuntut Ilmu
17. Di antara bukti keagungan ilmu adalah perjalanan panjang Nabi Musa ‘alaihis salam untuk belajar kepada Khidir ‘alaihis salam. Bahkan beliau siap berjalan selama bertahun-tahun apabila belum bertemu dengannya.
«حُقُبًا»
Padahal Nabi Musa memiliki kedudukan yang lebih tinggi karena beliau termasuk Ulul Azmi, Kalimullah, dan termasuk nabi yang paling banyak disebutkan dalam Al-Qur'an.
18. Seseorang tidak akan meraih kemuliaan ilmu sampai ia bersedia belajar kepada orang yang lebih tinggi, setara, bahkan yang berada di bawahnya dalam sebagian bidang ilmu.
19. Jangan mudah tersinggung terhadap nasihat dan arahan guru. Nabi Musa saja meminta diajari oleh Khidir, lalu Khidir berkata kepadanya:
«إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا»
Ilmu, Hidayah, dan Amal
20. Islam adalah hidayah. Hidayah merupakan perpaduan antara ilmu dan amal. Keduanya tidak boleh dipisahkan. Allah mencela orang yang kehilangan salah satunya dalam Surah Al-Fatihah.
21. Dengan ilmu, amal akan bernilai dan diterima di sisi Allah Jalla wa ‘Ala.
22. Allah menciptakan alam semesta untuk mentauhidkan-Nya. Allah juga menunjukkan kemuliaan ahli ilmu dalam firman-Nya:
«شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ...»
23. Di antara dalil kemuliaan ilmu adalah sabda Nabi ﷺ:
«وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ»
"Keutamaan seorang alim dibanding ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama dibanding seluruh bintang."
Rihlah Menuntut Ilmu
24. Rihlah dalam menuntut ilmu merupakan sunnah para ulama, meneladani kegigihan Nabi Musa ‘alaihis salam dalam mencari ilmu.
25. Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma melakukan perjalanan ke negeri Syam selama satu bulan dengan menunggang unta hanya untuk mendengar satu hadits dari Abdullah bin Unais radhiyallahu ‘anhu.
26. Imam Bukhari rahimahullah berkeliling berbagai negeri demi menuntut ilmu hingga menghafal ratusan ribu hadits. Dari hadits-hadits tersebut, sekitar tujuh ribu hadits beliau cantumkan dalam Shahih Al-Bukhari.
27. Imam Bukhari dan Imam Asy-Syafi'i menjadi teladan dalam menjaga ilmu. Keduanya terkadang bangun berulang kali di malam hari untuk mencatat faidah yang terlintas dalam pikiran mereka karena khawatir ilmu tersebut hilang.
28. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah juga melakukan perjalanan jauh dalam menuntut ilmu. Bahkan beliau pernah kehabisan bekal hingga tubuhnya menjadi kurus. Beliau kemudian bekerja untuk mendapatkan biaya agar dapat terus menuntut ilmu.
29. Sebagian ulama berkata:
«لَا يُنَالُ الْعِلْمُ بِرَاحَةِ الْجَسَدِ»
"Ilmu tidak akan diraih dengan memanjakan tubuh."
30. Sebagian ulama juga berkata:
«بِقَدْرِ الْكَدِّ تُكْتَسَبُ الْمَعَالِي»
"Sesuai kadar kesungguhan, seseorang akan meraih kemuliaan."
Adab dan Kesabaran dalam Menuntut Ilmu
31. Ustadz Firanda hafizhahullah menyebutkan bahwa Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr hafizhahullah, selama beliau mengenalnya dan menemaninya, tidak pernah terdengar melakukan ghibah terhadap seorang pun.
32. Kesabaran tidak hanya dibutuhkan dalam proses belajar, tetapi juga untuk menjauhi berbagai hal yang dapat memalingkan seseorang dari ilmu.
33. Di antara cara merasakan kelezatan ilmu adalah dengan mendengarkannya, mencatatnya, kemudian meringkas dan mengulanginya.
---
Catatan: Fajrul Islam Muktamirin
10 Muharram 1448 H / 24 Juni 2026