Minggu, 25 September 2022

Kisah dan Ibroh.Bersabarlah di Jalan Allah..Abdullah Bin Ahmad Bin Hanbal rahimahumallah bercerita

Kisah dan Ibroh.

Bersabarlah di Jalan Allah..

Abdullah Bin Ahmad Bin Hanbal rahimahumallah bercerita :

"Saya sering mendengar ayahku (Imam Ahmad) berucap :

اللهم اغفر لأبي الهيثم اللهم ارحم أبا الهيثم ..

"Ya Allah, ampunilah Abu Haitsam. Ya Allah rahmatilah Abu Haitsam..".

Aku pun bertanya kepada beliau : "Siapakah Abu Haitsam, wahai ayah?".

Beliau menjawab : "Beliau dari kalangan arab badui yg aku belum pernah melihat wajahnya. Di suatu malam sehabis aku dicambuk, aku ditempatkan di sel penjara yg gelap gulita. Lalu seseorang menepukku dan berkata, "Apakah anda Ahmad Bin Hanbal?".

Aku menjawab : "Benar, dan siapakah anda?".

Ia menjawab : "Aku Abu Haitsam, perampok, tukang mabok dan tukang begal telah divonis dalam putusan Amirul Mukminin dengan hukuman cambuk 18.000 kali secara terpisah. Dan aku menanggung semua ini di jalan syetan. Maka bersabarlah anda di jalan Allah, ya Ahmad!".

Imam Ahmad melanjutkan kisahnya : "Dan ketika mereka mengikatku dan hukuman cambuk dimulai, setiap kali aku merasakan lemah aku senantiasa mengingat perkataan Abu Haitsam, "Bersabarlah di jalan Allah, ya Ahmad!".

(Manaqib Imam Ahmad, Ibnul Jauzi)

Pelajaran:
1. Kesabaran Imam Ahmad dalam berpegang teguh dengan kebenaran di jalan Allah.
2. Syetan dan bala tentara bersabar di atas jalan maksiat, maka orang-orang yg berada di jalan kebenaran harus lebih bersabar di jalan Allah.
3. Mengambil pelajaran dari pelaku dosa dan menerima nasehatnya yg sesuai dengan kebenaran.
4. Pelaku dosa besar tidak keluar dari Islam dan jika ia meninggal boleh mendoakan ampunan dan rahmat utknya.
Ustadz ridwan abu raihana

Assalamu'alaikumWahai Syaikh, apabila seseorang melaksanakan sholat wajib di sebuah masjid, dia menyangka bahwa sholat jamaah sudah selesai. Namun di tengah sholatnya, dia pun mendengar iqomat dikumandangkan. Apa yang harus dia lakukan? Dia putus sholatnya, atau dia lanjutkan?===

Pertanyaan

Assalamu'alaikum
Wahai Syaikh, apabila seseorang melaksanakan sholat wajib di sebuah masjid, dia menyangka bahwa sholat jamaah sudah selesai. Namun di tengah sholatnya, dia pun mendengar iqomat dikumandangkan. Apa yang harus dia lakukan? Dia putus sholatnya, atau dia lanjutkan?
===
Jawaban
Alaikumussalam warahmatullah wabarakaatuh, dia wajib memutus sholatnya untuk bergabung dengan jamaah sholat masyarakat di sana. Seandainya orang itu sholatnya berjamaah, maka jamaah tersebut juga wajib memutus sholatnya. Karena jamaah sholat masyarakat di sana, itulah yang wajib diikuti, bukan jamaah yang kedua atau seterusnya.

Dijawab oleh Fadhilatus Syaikh Fuad Al Juhani, jazaahullahu Khairan.
===
Follow akun telegram & instagram Syaikh Prof. Dr. Ashim Al Qaryuti hafizhahullah dalam bahasa Indonesia: @alqaryuti_id

#SyaikhAshimalQaryuti #twitulama #sholatjamaah #fikih #tanyajawab

lebih pedih adzabnya

Wahai Ikhwan, ilmu itu memiliki wibawa. Maka jangan lemahkan wibawa ilmu itu seakan-akan kita ini orang awam

"Wahai Ikhwan, ilmu itu memiliki wibawa. Maka jangan lemahkan wibawa ilmu itu seakan-akan kita ini orang  awam !" (Syaikh Dr. Shalih al-'Ushaimi hafidzahullah)
Ustadz noviyardi amrullah 

Biarkan Allah ﷻ yang atur.

Biarkan Allah ﷻ yang atur. 

Banner yang tertempel disamping kelas kuliah ini memperlihatkan foto tulisan tangan kitab muatto' Imam Malik yang ditulis oleh muridnya yang bernama Yahya bin Yahya Al-Laitsi. Rahimahumulloh. 

Sudah masyhur di telinga kalau Imam Malik fokus menyibukan diri di Madinah. Belajar dan mengajar di internal kota. Sesekali keluar Madinah untuk umroh dan haji. 

Bagi kalangan seperti kita yang awam ini, melihat tulisan seperti ini sudah kurang menarik untuk dibaca. Apalagi benar-benar diteliti huruf perhuruf. Jarang yang minat. Namun tulisan jelek bukan ukuran. Juga tulisan yang rapi nan bagus, tidak jaminan bakal tenar dan manfaat. 

Sulit dibayangkan dizaman dulu peralatan tulis menulis. Serba kekurangan serta pas pasan. Apa mereka menyerah? Tidak. Motivasi mereka bahkan bisa mengalahkan semua rintangan itu. 

Wujud guru yang ikhlas mendidik muridnya dan murid yang ikhlas belajar kepada gurunya tentu ini yang tergambar dari banyaknya riwayat cerita yang kita dengar. 

Secara logika, tulisan yang ditulis ratusan tahun yang lalu itu harusnya dilumat oleh zaman. Rapuh dengan bergantinya tahun. Namun apa yang menjadi kehendak Allah ﷻ dalam menjaga agama ini tidak bisa dilogika. 

Mereka hanya disuruh ikhlas dalam belajar agama Allah ﷻ, menuliskan hadist-hadits Nabi ﷺ tanpa perlu memikirkan bagaimana nanti. Bagaimana cara menyebarkan. Bagaimana cara mempopulerkan dikalangan ummat. Tidak perlu. Itu semua Allah ﷻ yang akan mengatur. Jika Allah ﷻ berkehendak, apa yang tidak mungkin?

Muhammad Sulaiman

Abu Bakar Ash-Shiddiq Potret Sahabat yang Setia

Abu Bakar Ash-Shiddiq Potret Sahabat yang Setia

- Ketika Rasulullah baru di utus menjadi Nabi, beliaulah orang pertama kali dari kalangan laki-laki yang membenarkan tanpa sedikit keraguan, oleh karenanya dijuluki Ash-Shiddiq

- Beliau Infaqkan seluruh hartanya untuk membela dakwah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam 

- Beliau menikahkan putri kesayangannya dengan Nabi Muhammad salallahu alaihissalam, yaitu Ibunda Aisyah Radhiyallahu anhu

- Menemani Rasulullah saat genting, ketika dikejar oleh orang-orang kafir, hingga Allah abadikan kisahnya dalam Al-Qur'an. Allah Ta'ala berfirman :
إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ثَانِىَ ٱثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِى ٱلْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَٰحِبِهِۦ لَا تَحْزَنْ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُۥ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلسُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِىَ ٱلْعُلْيَا ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

" Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita". Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. At-Taubah : 40)

- Sedih ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sedih, mementingkan kepentingan Nabi daripada kepentingan diri sendiri. 

Ketika Bapak beliau yaitu Abu Quhafah masuk Islam dan berbaiat kepada Nabi, maka Abu Bakar menangis. Jikalau saja tangan yang berbaiat itu adalah Paman beliau yaitu Abu Thalib, betapa bahagianya Nabi Muhammad salallahu alaihissalam. Beliau sangat tau, bahwa Nabi menginginkan hidayah untuk pamannya Abu Thalib, namun Allah berkehendak lain. (Kisah ini kami mendengar dari Syaikh Abu Ishaq Al-Huwainy Hafidzahullahu Ta'ala) 

- Satu-satunya sahabat yang Bapak Ibunya, anak-anaknya dan cucunya beriman kepada Allah, dan semuanya berjumpa dengan Nabi Muhammad salallahu alaihissalam. 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata :
فهم أهل بيت إيمان فليس فيهم منافق، و لا يعرف في الصحابة مثل هذا لغير بيت أبي بكر 
"Keluarganya beriman kepada Allah, tidak ada di antara keluarganya yang munafik, dan tidak diketahui yang seperti ini dari kalangan sahabat kecuali keluarga Abu Bakar Ash-Shiddiq" (Minhaj Sunnah An-Nabawi) 

Allah memuliakan Abu Bakar dengan :

- Menjadi Khalifah pengganti Nabi Muhammad salallahu alaihissalam 
- Salah satu dari 10 Sahabat yang dijamin Surga
- Menjadi Sahabat terbaik dan paling dicintai oleh Nabi, beliau bersabda :
لَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيلًا لَاتَّخَذْتُ أَبَابَكْرٍ خَلِيلًا، وَلَكِنَّهُ أَخِي وَصَاحِبِي، وَقَدِ اتَّخَذَاللهُ ﻷصَاحِبَكُمْ خَلِيلًا

“Sekiranya aku diizinkan oleh Allah untuk menjadikan seseorang sebagai khalil (kekasih), niscaya aku jadikan Abu Bakar sebagai khalilku (kekasihku), akan tetapi ia adalah saudara dan sahabatku, sedangkan Allah telah menjadikan sahabat kalian ini (diriku) sebagai khalilnya. (HR. Bukhari dan Muslim) 
- Orang yang pertama kali masuk surga dari kalangan umat Nabi Muhammad salallahu alaihissalam, Nabi bersabda :
أما إنك يا أبا بكر أول من يدخل الجنة من أمتي 
" Sesungguhnya engkau wahai Abu Bakar adalah orang yang pertama kali masuk surga dari kalangan umatku" (HR. Abu Dawud) 
- Jika seandainya iman Abu Bakar ditimbang dengan iman seluruh umat Nabi Muhammad, maka lebih berat Iman Abu Bakar
- Mencintai Abu Bakar bagian dari Iman
Jabir bin Abdillah berkata :
حب أبي بكر و عمر من الإيمان
"Mencintai Abu Bakar dan Umar adalah bagian dari Iman", artinya membenci mereka adalah salah satu bentuk kekufuran.

Inilah Faidah yang besar dari Sahabat yang mulia Abu Bakr Ash-Shiddiq Radhiyallahu ahnu

Bersahabat tanpa ada kepentingan duniawi, murni karena panggillan iman, menginginkan kehidupan akhirat bersama Nabi Muhammad salallahu alaihissalam. 

Rasulullah bersabda :
ورجلان تحابا فِي الله
"Dua orang yang saling mencintai karena Allah" 

Semoga Allah mengumpulkan kita bersama mereka di Surga kelak. Aamiin 

Referensi : 
Kitab Al-Madinah Al-Munawwaroh, karya Syaikh  Dr. Abdul Muhsin Qosim Hafidzahullahu Ta'ala 

✍️Abu Yusuf Akhmad Ja'far, Lc

Ketika Usia Anak Lelaki 15 tahun

Ketika Usia Anak Lelaki 15 tahun

Ibnu Umar ketika berusia 14 tahun ditolak ikut jihad, dan ketika usia 15 tahun barulah beliau diizinkan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam ikut jihad. 

Imam Nafi' selaku Rawi menceritakan hal ini kepada Khalifah Umar bin Abdil Aziz pada masa kekhalifahannya, dan Beliau berkata 

إن هذا لحد بين الصغير والكبير

Sesungguhnya ini benar benar batas antara yang kecil dan yang dewasa. (Hadits Riwayat Muslim). 

Imam Annawawi rahimahullah menjelaskan kalau hadits ini adalah dalil batasan usia Baligh, dan inilah Madzhab Asy-Syafii, Al-Auza'i, dan Ahmad, mereka mengatakan; Dengan menyempurnakan usia 15 tahun jadilah seorang Mukallaf (Baligh) meskipun belum mimpi basah.".
Ustadz musamulyadi luqman